Parah, Bukannya Tobat, Enam Pria ini malah berulah

0
129

Lima Puluhkota, Dekadepos.com

Semakin parahnya saja kelakuan sejumlah pria di Kabupaten Limapuluh Kota ini, bukannya bertobat jelang memasuki Bulan Suci Ramadhan lalu. Mereka malah menambah Dosa. Ketika Umat Islam tengah bersiap-siap untuk Makan Sahur, keenam pria yang masing-masing ME (63) pemilik rumah yang merupakan warga Jorong Lubuak Tingkok Kenagarian Lubuak Tingkok Kecamatan Harau, NE (39) beralamat di Koto Tuo Harau, RF (36) tinggal di Lubuak Tingkok, N (40) seorang tukang yang merupakan warga Jorong Tigo Balai Lubuak Tingkok, RFB (32) seorang Sopir warga Jorong Talago Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh, serta RA (37).

Keenam pria tersebut dibekuk Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota dibawah komando KBO Reskrim, Iptu. M. Arvi pada Jumat (26/5) sekitar pukul 01.00 dinihari. Penangkapan tersebut dilakukan setelah Polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas perjudian dirumah berlantai dua itu. Dari informasi tersebut, Polisi mulai melakukan penyelidikan, hingga dilakukan penggerebekan. Namun sayang, saat digrebek, di kamar dilantai dua itu dalam keadaan terkunci. Sehingga Polisi terpaksa mendobrak. Karena tidak menyangka akan digrebek, keenam pria tersebut dengan mudah diamankan.

Dari penangkapan tersebut, selain mengamankan enam orang, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti uang dan alat permainan judi. “ Keenam tersangka kita amankan (ditangkap. Red) setelah kita lakukan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat. Sebab warga sekitar mengaku sudah resah dengan dugaan aktivitas perjudian dirumah berlantai dua itu. Dari penangkapan tersebut kita amankan sejumlah barang bukti”. Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui AKP. Chairul Amri didampingi KBO. Reskrim, Iptu. M. Arvi dan Kanit I, Ipda. Heri Yuliardi, Senin sore (29/5).

Heri Yuliardi juga menambahkan, barang bukti yang diamankan tersebut adalah, uang yang dijadikan uang taruhan sebesar Rp. 761.000, kertas koa. Salah seoarang tersangka saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lima Puluhkota Kawasan Sarilamak mengatakan bahwa mereka biasanya memang melakukan perjudian hingga larut malam, bahkan pernah hingga pagi hari.

“ Kami memang biasa bermain judi hingga larut malam, tak jarang hingga pagi hari. Dan memang kerap dirumah berlantai dua tersebut”. Sebut salah seorang tersangka.

Hingga kini keenam tersangka masih ditahan di Mapolres untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara karena melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here