Pasca Aksi Warga Nunang, Petugas LH Bakal Tambah Personil

0
45

Pasca aksi protes penumpukan sampah di Transpot Depo (TD) oleh warga Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Minggu (8/1) pagi. Mendapat perhatian serius dari Dinas terkait.

Buktinya, guna mengantispasi penumpukan sampah itu, Dinas Lingkungan Hidup berjanji akan meminta tambahan tenaga petugas memuat sampah kepada pimpinannya. “dari kondisi 2 orang akan ditambah menjadi 8 orang” ungkap Kadis Lingkungan Hidup Edvidel dan Kabid Kebersihan Men Apris.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh mengatakan juga sudah membuat kesepakatan, agar LPM dan Lurah Nunang Daya Bangun, serta tokoh masyarakat, ikut menertibkan, jam-jam pembungan sampah di TD.”Mudah-mudahan pimpinan memberi izin untuk menambah tenaga harian, yang akan bekerja di TD”simpulnya.

Dikatakannya, Volume sampah yang tak sebanding dengan petugas, membuat sampah di Transver Depo (TD) di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, jadi menumpuk. Dampaknya, warga setempat menjadi resah dengan bau yang menyengat hidung. Sampah terlambat diangkut ke Tempat Pemprosesan Sampah Akhir (TPA) di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Payakumbuh Selatan.

Menurut Edvidel dan Men Apris, luas space penumpukan sampah di lokasi TD Nunang Daya Bangun, dinilai sudah terlalu kecil. Volume sampah yang masuk, hanya 3 truk sehari. Kenyataannya, sampah yang didrop masyarakat mencapai 6 sampai 8 truk per hari. Sementara itu, petugas memuat sampah ke atas truk yang ada di TD, hanya berjumlah 2 orang. Akibatnya, sampah menjadi menumpuk sepanjang waktu di lokasi TD.

Sesuai SOP, jam pembungan sampah ke TD, dimulai pukul 17.30 sampai pukul 06.30 WB setiap harinya. Kemudian, dari pukul 06.30 hingga jam 10.00 WIB, petugas truk sampah mengambil sampah di TD, untuk selanjutnya diangkut ke TPA. Sehingga, pada pukl 10.00 hingga pukul 17.30 WIB, TD bersh dari tumpukan sampah.

Kenyataan di lapangan, di luar jam tersebut, puluhan becak motor sampah dan warga, masih membuang sampah di TD. Mereka sulit dilarang petugas yang hanya sendirian di lokasi TD. Akibatnya, sampah menumpuk sepanjang hari atau 24 jam. “Wajar saja, dengan banyaknya sampah, warga resah dengan bau yang ditimbulkan sampah dimaksud,” sebut Men Apris.(esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here