Pasca Pembakaran Cafe, Pemko Payakumbuh “ Beraksi “

0
94

Payakumbuh, Dekadepos.com

Sehari setelah terjadinya pembakaran kafe Cinta Fitri oleh massa, Pemko Payakumbuh, Senin (23/1), menutup paksa tempat hiburan malam atau kafe merek Q’Mo yang berada di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Padang Tinggi, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Penutupan kafe yang telah melanggar aturan karena tidak memiliki izin itu, dikomandoi langsung oleh Sekda Kota Payakumbuh, Beni Warlis, Kakanpol PP, Delfitra, Kapolsek Payakumbuh, Kompol Russirwan dan Kabag Humas Jhon kenedi.

Kafe Q’Mo ini terpaksa kita tutup karena tidak mengantongi izin dan berbau maksiat sebab sering menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Sejak kafe ini kita segel, kafe tersebut tidak dibenarkan lagi beroperasi, karena melanggar Peraturan daerah (Perda) Kota Payakumbuh,” ujar Beni Warlis.

Diakui Beni Walir, penyegelan kafe ini dalam rangka penegakan Perda. Kemudian penyegelan kafe ini sudah dibahas secara bersama, dan izinnya tidak dapat diperpanjang,” tegas Beni Warlis usai melakukan penyegelan sejumlah kafe di Kecamatan Payakumbuh Barat. Penutupan itu disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang pemberian izin gangguan. Pihaknya meminta pemilik agar tidak mengoperasikannya lagi.
1 3 9
Beni Warlis mengatakan, selain Perda, izin pendirian serta pengoperasian kafe tersebut juga mempertimbangkan izin lingkungan, termasuk juga tidak menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitarnya. Penyegelan kafe yang tidak berizain dan berbau maksiat tersebut buntut dari pembakaran salah satu kafe di Kelurahan Talang Kecamatan Payakumbuh Barat pada Sabtu malam. Dimana lokasi tersebut sering terjadi maksiat dan meresahkan masyarakat setempat.

Diakui beni Warlis, saat ini ada 50 kafe di Kota Payakumbuh  yang beroperasi, namun yang mengantongi izin hanya sebanyak 14 kafe. Pihaknya akan menyegel kafe yang tidak memiliki izin tersebut, apalagi keberadaannya sebagai tempat maksiat dan menimbulkan keresahan masyarakat. Beni Warlis menegaskan, selain menyegel pihaknya juga akan mencabut izin kafe yang memfasilitasi para pengunjung untuk berbuat maksiat, serta dapat menganggu kabtibmas.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam mengapresiasi langkah pemerintah kota dan instansi terkait yang melakukan penyegelan terhadap kafe-kafe yang tidak mengantongi izin dan berbau maksiat. Ia mengatakan, pada satu sisi keberadaan kafe tersebut meningkatkan laju perekonomian masyarakat, sebab keberadannya dapat membuat perekonimian masyarakat dan daerah jadi meningkat dan bergairah.

“Namun keberadaan kafe itu juga harus mematuhi aturan yang ada di Payakumbuh, mulai dari izin hingga pendiriannya tidak mengganggu kabtibmas,” kata politisi Partai Golkar itu.

Yendri mengingatkan seluruh pemilik kafe yang ada di kota itu agar tidak memfasilitasi pengunjung untuk berbuat maksiat, sebab hal itu menimbulkan keresahan sebab bertentangan dengan norma yang berlaku. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here