Pasca Pengembokan SMA, DPRD PANGGIL SELURUH KEPSEK BUKITTINGGI

0
102

Bukittinggi,dekadepos.com

Buntut dari Penggembokan SMAN 5 Bukittinggi oleh Masarakat yang tergabung dalam Aliansi Masarakat Peduli Pendidkkan (AMPP) Bukittinggi pada Senin kemaren.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi Hering dengan para kepala sekolah SMA dan SMP se-Bukittinggi untuk mencari kan solusi bagi siswa-siswa Bukittinggi yang tidak tertampung untuk bersekolah di sekolah negeri Bukittinggi,padahal siswa-siswa tersebut merupa kan pendu duk yang berdomisli di Bukittinggi.

Hering yang dipimpin Ketua Komisi II,Asril yang membidangi Pendidikan, turut dihadiri Wakil ketua DPRD Bukittinggi Yontrimansyah yang juga koordinator Komisi II,serta segenap Anggota komisi II.Selain para kepala Sekolah SMP ,SMA ,SMK,dan kepala Dinas Pendidikkan H.Melfi Abra,juga hadir Asisten II Setdako Bukittinggi Noverdi.

Wakil ketua DPRD,Yontrimansyah, yang mendapat laporan dari masara kat, banyak anak-anak mereka tidak bisa bersekolah di Negeri dan tidak mau anak mereka di opor ke sekolah swasta dengan alasan tidak sanggup membia yai sekolah di swasta,apalagi penempatan di sekolah swasta itu secara sepihak

Mendapat laporan itu,Yontrimansyah telah mencoba melakukan koordi nasi dengan Panitia Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) dan kepala dinas pen didikan untuk mencarikan solusi terbaik bagaimana anak anak didik tersebut bisa bersekolah di sekolah Negeri,namun hasilnya juga tidak jelas.Sehingga akhirnya terjadi penggembokan pintu masuk SMAN 5 oleh warga.

Dengan nada tinggi pada hering itu,Yontrimansyah bertegas tegas, ”Un tuk apa prestasi yang dikejar kalau anak anak kota Bukittinggi sendiri banyak yang tidak dapat bersekolah di daerahnya sendiri .Namun prestasi yang dirah itu alangkah bijaknya kalau pihak Dinas pendidikan memiliki perhatian dan ke pedulian  terhadap anak anak didik kota Bukittinggi yang notabenenya pendu duk asli kota Bukittinggi yang mendukung pembangunan sarana dan prasarana sekolah di kota Bukittinggi ini”,ujarnya.

 

Untuk itu dengan kejadian ini,Saya meminta kepada jajaran Dinas pendi dikan,termasuk para Kepala Sekolah untuk dapat proaktif mencaikan solusi ter hadap anak anak yang tidak dapat sekolah ini,dan bukannya saling lempar tang gungjawab . Sebab saling lempar tanggungjawab  itu bukanlah solusi yang te pat,ungkap Yontrimansyah.

Ketua Panitia Penerimaan Didik Baru (PPDB) kota Bukittinggi tahun ajar an 2017/2018,H.Firdaus pada kesempatan itu,menjelaskan,terjadinya pesoalan banyaknya anak didik kota Bukittinggi yang tidak tertampung ditingkat SLTA, akibat dari dari pengurangan Rombel oleh pemerintah Pusat melalui Pemprop Sumatera Barat.Dan persoalan PPDB ini hanya terjadi di Bukittukinggi saja. ungkap Firdaus.

Namun dengan kejadian di SMA 5 kemaren (Senin kemaren-red),Kami telah dipanggil Dinas pedidikan Popinsi Sumatra Barat untuk melakukan Verifi kasi data.Dimana di kota Bukittinggi yang tamat SMP sederajat pada tahun ajaran 2016/2017 ini sebanyak 2.864 orang,1.094 orang diantaranya berasal dari luar Rayon kota Bukittinggi.Dan yang mendaftar ke SMA dan SMK Negeri sebanyak 2.364 orang.Sedangkan yang diterima sebanyak 1.094 orang,dan 1.322 orang lagi masuk daftar cadangan.Dari cadangan itu yang mendaftar ha nya 958 orang dan diterima sebanyak 207 orang,maka terdapatlah 751 orang anak didik yang tidak diterima di SMA dan SMK negeri Bukittinggi.

Kemudian dengan adanya pertemuan dengan Dinas pendidkkan Propinsi pada Senin (3/7) siang sampai malam itu,didapatlah sebuah keputusan.Dimana aturan Rombel ini baru masuk kedalam masa transisi,maka khusus untukkota Bukittinggi ada penambahan rombel dari 32 menjadi 36 rombel,artinya dari 751 orang yang tidak tertampung itu,ada yang berinisiatif masuk sekolah swas ta dan tersisa sebanyak 500 orang,dengan kebijakan Dinas Pendidkkan Propinsi akan diterima sebanyak 241 orang lagi,maka tersisalah sekitar 259 orang yang tidak tertampung di Sekolah negeri,Dan sisanya itu akan kita arahkan ke Seko lah Swasta,jelas Firdaus.

Terjadinya persoalan PPDB di Kota Bukittinggi sangat terkait dengan antusias masaraka bahkan lebih memaksakan diri memasukan anak anaknya ke Sekolah negeri.Namun kita dari PPDB Kota Bukittinggi tetap memperhatikan a nak anak kota Bukittinggi,tambah Firdaus.

Seteah mendengarkan penjelasan ketua PPDB Kota Bukittinggi, Firdaus. Anggota Komisi II,Syafril Syam dari Fraksi PAN meminta kepada Dinas pedidik an Kota Bukittinggi,untuk tetap mengupayakan anak anak yang tidak dapat se kolah itu bisa bersekolah di Sekolah negeri,terutama bagi anak anak warga ko ta Bukittinggi.

Tetapi,kalau memang tidak bisa lagi,tentunya kita juga mengarahkan kepada Sekolah swasta.Namun tolong mereka itu didata dan dibantu dalam pembiayan sekolahnya.Artinya,mereka bersekolah di swasta tetapi untuk biaya sekolahnya disubsidi oleh pemko Bukittinggi,ujar SyafrilSyam.

Kepala Dinas pendidikan Kota Bukittinggi,H.Melfi Abra ketika ditanya Dekadepos tentang keputusan Hering itu,menyatakan belum final,sebab apapun keputusan yang dibuat dalam hering bersama DPRD itu akan di koordi naikan dengan pemprop Sumbar dan Dinas pendidikan Sumbar.Artinya apa yang menjadi keputusan itu besok (hari ini-red) akan kita bawa ke Pemprop Sumatera Barat minta pesetujuannya,ujar Melfi singkat saja.

Sementara itu ketua Komisi II DPRD Kota Bukittinggi,Asril yang memim pin hering dengan para kepala Sekolah SMP,SMA/SMK se kota Bukittinggi menyebutkan,Hering yang berjalan cukup tegang itu telah menghasilkan berbagai rumusan.Menurutnya,pada awalnya informai yang di peroleh ada 1.078 anak didik yang tidak tertapung pada SMA dan SMK negeri Bukitinggi.Setelah DPRD bersama Pemko Bukittingi melakukan upaya pende katan dengan pemprop Sumbar.Dan upaya itu diresponi oleh pemprop Sumate ra Barat.

Sehingga dari jumlah yang tidak tertampung itu,dengan berbagai kebijak an yan diambil,maka pada akhirnya tercatatlah hanya sebanyak 259 orang tamat SMP sederajad yang tidak tertampung di SLTA Negeri kota Bukittinggi. Bagi 259 yang tidak tertampung itu, DPRD bersama Pemko Bukittinggi akan merumuskan upaya upaya agar anak didik yang tidak tertampung itu dapat bersekolah.

Salah satunya,memberikan pengertian kepada masarakat,terutama  bagi orang tua anak didik yang tidak tertampung,kalau sekolah swasta itu bukanlah sekolah yang mahal dan bukan pula sekolah yang tidak bermuru.Kemudian DPRD akan mengupayakan agar pemko Bukittinggi dapat memberikan subsidi kepada siswa yang bersekolah di Sekolah swasta,sehingga kesan sekolah swas ta mahal dapat dihilangkan.ujar Asril.

Disamping itu,kita dari DPRD juga akan membangun sinergitas dengan pengelola sekolah swasta dengan target sekolah swasta yang ada di Bukittinggi kedepannya lebih bermutu dan berkualitas dari sekolah negeri.

Dan kepada masarakat,terutama kepada 259 anak didik yang tidak tertampung di sekolah negeri,jangan sampai berkecil hati sekolah di sekolah swasta.dan DPRD bersama Pemko Bukittinggi akan memberikan perhatian yang maksimal kepada sekolah Swasta,tambah Asril.

 

Sementara itu,Ismunandi Sofyan anggota DPRD Propisi Sumatera Barat dari Fraksi Gerindra kepada Dekadepos sangat mengapresiasi hering yang dilakukan DPRD Kota Bukittinggi dengan para Kepala Sekolah SMP,SMA dan SMK se Kota Bukittinggi.Sebab waktu terus berjalan,kalau ditunda tunda juga tentu semakin memperparah persoalan PPDB di kota Bukittinggi.

 

Namun,denan adanya kebijakan untuk menerima sebanya 241 orang anak didik lagi,tentu diminta kepada Panitia PPDB Bukittinggi agar menerima anak didik yang betul betul warga kota Bukitinggi dan memiliki KK kota Bukit tnggi,tegas Ismunandi Sofyan menambahkan kalau Besok (hari ini-red) DPRD Propinsi juga akan hering dengan Kepala Dinas pedidikkan Propinsi membahas persoalan PPDB Kota Bukittinggi yang bermasalah tersebut.(Aldo/Edis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here