Pasca Penyerangan Petugas Mapolda Sumut, Kapolres di Luhak 50 Lakukan ini

0
53

Payakumbuh, Dekadepos.com

Pasca Aksi teror yang menyerang petugas Kepolisian di Mapolda Sumatera Utara pada Minggu (25/6) dan mengakibatkan gugurnya anggota Polri setempat, Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto meningkatkan Penjagaan dan Pengamanan di Wilayah Hukumnya, Khususnya di Mapolres dan tiga Pos Pengamanan Lebaran yang tersebat ditiga titik bebreda. Berbagai bentuk peningkatkan pengamanan itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginak terjadi.

Selain menambah jumlah personil yang berjaga di Mapolres dan Pos Pam lebaran, peningkatan pengawasan juga dilakukan terhadap anggota keluarga Tahanan yang membezuk di Sel Mapolres Kawasan Labuah Basilang itu. Jika biasanya petugas jaga dan piket dari berbagai fungsi di Mapolres mencapai 15 orang, pasca kejadian penyerangan Mapolda Sumatera Utara oleh dua orang terduga teroris, jumlah petugas jaga ditambah, termasuk untuk di Pos Pam Lebaran.

“ Iya kita lebih tingkatkan kewaspadaan, terutama di Mako (Mapolres. Red) dan di Pos Pam Lebaran pasca kejadian penyerangan di Mapolda Sumut beberapa waktu lalu. Termasuk melakukan pengetatan terhadap keluarga tahanan yang melakukan bezuk. Kita juga himbau anggota dilapangan lebih waspada dan hati-hati”. Sebut AKBP. Kuswoto, Selasa sore (27/6).

Kapolres juga menambahkan, peningkatkan kewaspadaan juga dilakukan di tiap-tiap Mapolsek yang berada diwilayah hukum Polres Payakumbuh. Termasuk memberdayakan staf-staf. Pihaknya juga menyiagakan anggota dengan menggunakan senjata laras panjang.

Sebelumnya, seperti diberitakan oleh medan.tribunnews.com Saat merayakan momen malam takbiran menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H, Markas Utama Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) diserang dua pelaku terduga terorisme, Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Berikut informasi kronologi yang dihimpun tribun-medan.com dari Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting;

1.Sekitar pukul 03.00 WIB, dua orang anggota polisi piket di Pos II, Aiptu Martua Sigalinging dan Brigadir Erbi Ginting.
2. Ketika berada di Pos II, secara tiba-tiba diserang oleh dua orang pelaku.
3. Terjadi perkelahian, yang mengakibatkan Aiptu Martua Sigalingging tertusuk pisau yang membuatnya kehilangan banyak darah dan tewas meregang nyawa.
4. Terdengar beberapa kali teriakan Allahu Akbar.
5. Brigadir Erbi Ginting kemudian lari dan meminta bantuan pertolongan berteriak kepada personil Brimob yang bertugas di pos jaga I pintu masuk Mapolda Sumut.

Ditempat terpisah, Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Haris Hadis mengaku menambah jumlah personil anggotanya pasca terjadinya penyerangan ke Mapolda Sumatera Utara beberapa waktu lalu. “ Iya memang kita pertebal (tambah.red) jumlah anggota untuk melakukan pengamanan di Mako Polres dan di Polsek-Polsek. Kita juga himbau anggota untuk lebih hati-hati dan waspada”. Sebut nya.

AKBP. Haris Hadis juga menambahkan, jika biasanya tiap harinya jumlah pengamanan di Mapolres hanya mencapai 15 sampai 20 orang, yang tediri dari petugas piket masing-masing Satuan, kini jumlah petugas ditambah mencapai 30 orang perharinya. “ Kita tambah, dengan jumlah anggota sampai 50 orang. Kita juga siagakan senjata laras panjang”. Tutupnya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here