Tim Pakem Limapuluh Kota Studi Ke Kabupaten Banjar

0
68

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Mengantispasi munculnya ancaman dan gangguan kantibmas atau stabilitas daerah akibat penyalahgunaan dan penodaan agama, tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kabupaten Limapuluh Kota melakukan studi banding ke Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan selatan, Rabu (5/4). Dalam kunjungan itu Tim Pakem Limapuluh Kota itu rombongan terdiri dari 30 orang, diantaranya Kapolresta Payakumbuh, AKBP Kuswoto, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Indra Nazwar, Pewakilan Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Kementrian Agama, Kepala bagian Hukum, Eri Fortuna, Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil, Azfrizala aziz, Kasubag Humas, Marjohan beserta anggota lainnya.

Kedatangan Tim diterima Bupati Banjar yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) H Nasrunsyah, asisten pemerintahan Banjar, kepala SKPD dan pegawai lainnya. Dalam kunjungan itu, Tim Pakem Limapuluh Kota belajar keberhasilan Kabupaten Banjar dalam melakukan antispasi munculnya ancaman gangguan Kantibmas dan pendoaan Agama.

” Seperti kita ketahui, Kabupaten Banjar ini merupakan salah satu Daerah yang berhasil menerapakan nilai-nilai keagamaan, selain itu daerah ini juga merupakan serambi mekahnya Kalimantan Selatan. Mangkanya, Tim Pakem Limapuluh Kota melakukan study kesini” Ujar Kasubag Humas, Marjohan ketika dihubungi wartawan melaporkan.

Dijelaskannya, dalam kunjungan itu Nasrunsyah menuturkan permasalahan penodaan Agama untuk kabupaten banjar bisa dibilang tidak ada, pasalnya 99,9 persen warganya merupakan¬† umat muslim.¬† ” Dari 20 Kecamatan yang terdiri dari 277 desa dan 15 Kelurahan, tempat Ibadah yang ada hanya masjid, mayoritas penduduk disini berpedoman kepada Kyai”ujarnya.

Selain itu, Nasrunsyah juga menuturkan beberapa potensi yang ada di Kabupaten itu, menurutnya mayoritas masyarrakat setempat mengadalkan kehidupannya di bidang pertanian dan pertambangan. ” Umumnya masyarakat Banjar kehidupannya bergantung kepada hasil pertanian dan pertambangan. Soal Pedagangan kami akui sangat jauh dari Kota-kota di Sumbar” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, mengingat kabupaten Limapuluh Kota baru saja dilanda bencana dahsyat banjir dan longsor, pemerintah Kabupaten banjar juga mengucapkan keprihatinannya terhadap korban bencana yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here