Payakumbuh Komitmen Lindungi Anak

0
62

Payakumbuh, Dekadepos.com

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh menyelenggarakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Hotel Kolivera Payakumbuh. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ir. Albaet Pikri selaku staff Khusus Menteri PP&PA .

“Bahaya laten yang menyerang anak-anak seperti pornografi, narkoba, LGBT dapat mampu mengancam generasi masa depan bangsa indonesia. Orang tua, SKPD, OPD, dan seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama melindungi anak dari bahaya laten tersebut” tutur Albaet Pikri dalam sambutannya ketika membuka acara.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 100 peserta yang terdiri dari SKPD, OPD, Camat, Wali Nagari, tim penggerak PKK, P2TP2A, MUI, Lkam, media massa, dan sebagian masyarakat Kota Payakumbuh. Rini Handayani selaku Asdep Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi menyampaikan “dalam mendidik anak, budaya Minang menggambarkan dengan istilah Anak dipangku, keponakan dibimbing. Artinya tidak anak di wilayah Minangkabau yang terlantar dari sejak kecil. Karena anak sudah dididik dengan nilai-nilai agama (adat bersandi sarak, saran bersandi kitabullah)”

Hal ini harus dilakukan dalam mencegah kekerasan terhadap anak. “karena kekerasan terjadi seperti gunung es, artinya kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran banyak terjadi namun tidak diketahui oleh masyarakat luas. Dibutuhkan kesadaran antar keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam melindungi anak” Tegasnya.

Rini Wulandari, Plt. Deputi Perlindungan Anak Kementrian PPPA RI

Saat ini Kota Payakumbuh telah mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak tingkat Pratama selama 3 tahun berturut-turut. Drs. Syahnadel Khairi selaku Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Payakumbuh menyampaikan harapannya “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak kepada seluruh SKPD, OPD, Camat, Wali Nagari, tim penggerak PKK, P2TP2A, MUI, Lkam, media massa, dan masyarakat. Semakin banyak yang paham tentang pemenuhan hak anak, semakin sedikit prevalensi anak mengalami kekerasan”. Sebutnya. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here