Pelaku Pelecehan Seksual Anak, Ramlan Minta Penegak Hukum Beri Ganjaran Setimpal

0
49

Bukittinggi.Dekadepos.com

Walikota Ramlan Nurmatias mengutuk keras terjadinya pelecehan seksu al terhadap sembilan orang anak di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah. Kejadian tersebut secara langsung telah mencoreng nama Bukittinggi yang di gadang-gadang cukup konsen dalam pendidikan berbasis akidah.

“Saya merasa terhina atas kejadian ini,dan ini benar-benar menjadi peng alaman pahit kIta semua,” tegas Ramlan ketika pertemuan dengan Pusat Pela yanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), orang tua kor ban, tokoh masyarakat, pemuda, RT dan RW, sekolah serta SKPD terkait, Jumat (7/4).

Hebatnya lagi, pelecehan seksual itu terjadi di saat Pemko Bukittinggi bersama SK4 (Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota) dan Satpol-PP sya riah gencar melancarkan penertiban dengan sasaran penyewaan PS (play stati on). Justeru perbuatan itu terjadi di penyewaan PS dan dengan korban yang cukup banyak. “Ini masalah kita dan tanggungjawab bersama pula mengantisi pasinya agar tidak terulang,” tegas Ramlan menambahkan.

Terkait pelaku yang sudah diamankan Polres Bukittinggi Selasa (4/4) lalu, walikota meminta agar diganjar sesuai hukum setimpal. “Proses hukumnya kita serahkan sepenuhnya ke pihak berwajib,” tandas Ramlan menambahkan. Lalu, diapun minta orangtua agar bersabar dan terus berupaya memberi pengertian agar anak yang telah jadi korban mau menceritakan kejadian tersebut secara jelas, sehingga pihak-pihak terkait dapat mencarikan solusinya.

Khusus kepada Dinas Pendidikan diminta agar WC di sekolah tidak ditu tup keseluruhan, sehingga guru juga dapat memantau aktivitas menyimpang dari siswa. Ramlan juga mengimbau masyarakat Bukittinggi waspada terhadap berbagai isu terkait penculikan anak yang juga heboh belakngan. “Itu hanya isu , tapi kita tetap waspada,” ujarnya.

Pertemuan di gedung serba guna kelurahan setempat dengan orang tua korban serta pihak-pihak berkompeten difasilitasi oleh P2TP2A Kota Bukittinggi yang juga sangat peduli terhadap permasalahan tersebut. Lalu, Ketua P2TP2A Hj. Yesi Endriani pun menawarkan berbagai solusi antara lain pendampingan psikolog terhadap korban. Tapi, hal itu hanya bisa dilakukan jika anak tersebut bersama orang tuanya membuka diri, sehingga psikolog bisa menggali informa si lebih dalam. Selain itu,psikolog juga akan didatangkan ke sekolah untuk mem berikan pengarahan sehingga anak memiliki mental yang kuat dan benteng yang kokoh dengan mengatakan tidak jika ada pihak manapun yang bermaksud tidak baik.
Terkait adanya keengganan orang tua untuk melakukan upaya visum ter hadap para korban lantaran ketiadaan biaya, menurut Yesi Endriani, pembiaya an tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemko Bukittinggi. “Jangan ragu dan takut, Pemko memberikan biaya nantinya,” tegasnya.

Ditambahkannya. Komitmen bersama semua stakeholder menurut Yesi, merupakan langkah paling tepat untuk mengantisipasi perbuatan memalukan itu tak terulang di masa datang. Salah satunya dia tawarkan dengan melibatkan kelompok dasawisma, RT dan RW melalui pemantauan aktivitas masyarakat di kelurahan, termasuk yang dilakukan anak-anak(Aldo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here