Pelantikan HMI Payakumbuh/50 Kota, Syahrul Fauzi : Pengurus Jangan Hanya Diam

0
129

Payakumbuh, Dekadepos.com 

Muhammad Fauzan secara resmi dilantik oleh Ketua Umum badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera  Barat, Tomy Parto Habibi Sebagi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Payakumbuh/Kabupaten Lima Puluh, sebelumnya direncanakan pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Mulyadi P. Tamsir. Selain itu juga dilantik sejumlah pengurus lainnya. Pelantikan tersebut dilakukan Selasa (12/9) di Aula Gedung Gambir depan SMPN 1 Payakumbuh Jalan Jendral Sudirman.

Pelantikan tersebut mengangkat tema “merajut kembali rasa keharmonisan, menjaga keutuhan dan merawat generasi”. HMI Telah banyak kiprah himpunan mahasiswa Islam Islam di Indonesia sebagai organisasi perkaderan yang menjadi tumpuan umat dan bangsa karena terbukti HMI merupakan organisasi tertua yang lahir pada tahun 5 Februari 1945, cabang Payakumbuh merupakan cabang yang termasuk tertua di Sumatera barat karena memang terbukti beberapa kampus lahir di Payakumbuh seperti fakultas pertanian universitas Andalas merupakan jurusan pertama di Sumatera. Setelah melewati beberapa proses Muscab yang menghasilkan kepengurusan baru yang di Ketua baru Muhammad Fauzan sekretaris Noprido, yang tentunya berdasarkan surat keputusan pengurus besar  himpunan mahasiswa Islam No 403/kota/A/06/1438 tentang pengesahan pengurus HMI cabang Payakumbuh.

Sebagai Ketua umum Demisioner HMI, Syahrul Fauzi mengatakan Dengan tema merajut kembali rasa keharmonisan, menjaga keutuhan merawat generasi Kita jangan menggungu hujan dari langit Jangan menggangu lakukan saja apa yang bisa berproduktif. Pengurus di tuntut untuk berkreasi banyak jangan hanya diam.

Baca juga : http://www.dekadepos.com/ketum-pb-hmi-pusat-bakal-lantik-pengurus-hmi-payakumbuh50-kota/

Dalam Sambutan ketua terpilih Muhammad Fauzan mengatakan bahwa Tema ini sangat tepat untuk membangun sebuah kekuatan organisasi agar jalan ke depan lebih, sebagai patokan kemajuan untuk hari selanjutnya. Ihsan pengabdian dalam HMI , mendorong kader bagaimana kita dapat mengakar kepada masyarakat untuk  membangun bersama umat.

Sementrara, Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Sumatera barat Tomy Parto Habibi dalam sambutannya mengatakan Kawan-kawan yang baru di Lantik ini merupakan suatu awal untuk kebangkitan organisasi. “ Tantangan kedepankan lebih besar karena INDONESIA mengalami bonus demografi , jumlah orang  Indonesia 250 juta orang dan jumlah pemuda sekitar 60 juta pemuda, ini bisa di manfaatkan , ini perlu sebuah dorongan dengan berorganisasi”. Sebutnya.

Data BNN dan pusat studi kesehatan universitas Indonesia pada usia 16 sampai usia kuliah Sumatera barat berada pada urutan  ke tiga di Sumatera Barat di bawah  DKI Jakarta, dan Payakumbuh merupakan daerah penyalahgunaan narkoba di Sumatera barat karena jalur trans , ini merupakan tantangan serius Menarik apa yang di katakan Ketua terpilih untuk membuat desa binaan dan fokus nya kepada pemuda. HMI bersinergi dengan OKP dan HMI menjadi leaders Perang Proxy world sangat membahayakan bangsa kita. Banyak nya narkoba masuk ke Indonesia apalagi jumlah sangat besar dari cina hal itu dapat merusakkan generasi muda Indonesia,  Apalagi paham paham radikal banyak masuk ke kampus kampus Namum dalam hal ini HMI harus memberikan pencerahan.

Sambutan dari presidium Kahmi kota Payakumbuh yang Di wakil Dina yang juga pernah jadi pengurus Kohoti PB HMI  pada zaman Anas  Urbaningrum, Cabang Payakumbuh bisa jalan ketika kepengurusan kita kuat dan itu tidak kecuali dari KAHMI untuk mendorong untuk mensupport agar lebih baik baik lagi.

Majelis Pertimbangan dan Konsultasi Cabang HMI, Pebriyansah mengatakan peran HMI Sangat strategis di era milineal, HMI memiliki model perkaderan yang berjenjang dan mendorong kader siap tampil dan hadir di tengah-tengah pembangunan bangsa, sebab kader HMI sudah terlatih dengan model organisasi dan pola perkaderan yang tidak di miliki organisasi lainnya. “ HMI harus mengajak kekuatan mahasiswa yang berbasis di kampus untuk kembali melakukan pencerdasan intelektual dan tidak terjebak kepada isu isu yang merugikan bangsa ini, karena banyak PR dalam membangun bangsa yang  besar Indonesia ,  nah dalam hal ini di butuhkan kader-kader yang mampu ikut serta membangun bangsa ini,”. Tegasnya. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here