PEMBAGIAN PULUHAN RIBU KERANJANG BELANJA DI BUKITINGGI, PECAHKAN REKOR MURI

0
143

Bukittinggi.Dekadepos.com.

Sebanyak 11 ribu Kerajang Belanja yang dibagikan kepada ibu rumah tangga dan remaja putri pada 27 Februari 2017 yang lalu.Dinilai Museum Re kor Indonesia (MURI) merupakan penyerahan keranjang belanja terbanyak ke pada kelompok Dasawisma di Indonesia,dan sekaligus memecahkan Rekor Mu ri.Sehingga Pemko Bukittinggi mendapat penghargaan dari MURI.

Penghargaan MURI itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana kepada Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias di Mall Indone sia Kelapa Gading Jakarta, Jumat (2/6) kemaren.Kehadiran Walikota Ramlan Nurmatias menerima penghargaan MURI tersebut turut didampingi Sekda H.Yuen Karnova,Asisten III Setdako Bukittinggi H.Zet Buyung dan Kepala Dinas Lingkung an Hidup ,H.Supadria.

Pihak MURI mencatat tidak saja dari sisi pemberian keranjang belanja dalam jumlah yang banyak, melainkan juga didasarkan sasarannya dalam upa ya mengantisipasi penggunaan plastik asoi alias kresek di lingkungan masara kat Bukittinggi.

“Pihak MURI sangat mengapresiasi upaya kita Pemko Bukittinggi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik saat belanja di pasar,” ujar Walikota Ramlan Nurmatias dalam keterangannya usai menerima penghargaan tersebut . Sebab, Sampah di kota Bukittinggi seluas 25 kilometer itu sudah menjadi mo mok, terutama sekali yang berasal dari pasar dan rumah tangga.

Kaum ibu saat belanja di pasar, tidak jarang menggunakan plastik kresek yang tidak sedikit untuk bungkusan belanjaan. Plastik tersebut lalu dibuang be gitu saja, sehingga tidak saja menimbulkan sampah tapi juga masalah bagi ke lestarian ekosistem. Karena itulah, dirinya mengapungkan pemikiran untuk menyediakan keranjang belanjaan yang dirancang secara khusus sehingga bisa dipakai berulang-ulang.ungkap Ramlan Nurmatias.

“Dengan keranjang itu, ibu-ibu tak perlu lagi memakai kresek untuk mem bungkus atau membawa barang belanjaan di pasar,” tambah Ramlan Nurmati as . Penyediaan sebanyak 11 ribu keranjang belanja itu merupakan kerjasama dengan pihak perbankan. Dengan cara begitu, penggunaan plastik kresek ma kin berkurang, karena keranjang belanjaan tersebut dirancang secara khusus dengan tampilan menarik dan bisa dipakai berulang kali.ujar Walikota.

Kemudian, menurut Walikota Ramlan Nurmatias lagi,Pemberian keran jang itu sama sekali bukan dimaksudkan untuk mengejar rekor MURI. Namun “Tujuan utamanya bagaimana kita dapat mengurangi jumlah sampah yang kian menggunung di Bukittinggi,” Kata Ramlan Nurmatias.

Untuk itu,diharapkan kepada seluruh warga kota Bukittingi mendukung pemanfaatan keranjang belanjaan itu dan harus berkomitmen untuk mengu rangi pemakaian plastik kresek. Semua warga kita harapkan memahami perma salahan yang kita hadapi di bidang persampahan ini,ujarnya. Sebab, penanggu langan sampah bukanlah semata tugas pemerintah daerah, melainkan tang gungjawab bersama dengan seluruh masarakat.tambah Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Sementara itu,Ketua MURI, Jaya Suprana sangat mengapresiasi komit men Walikota Bukittinggi dalam upaya mengantisipasi persampahan dengan pembagian keranjang belanja tersebut. Bahkan menurutnya sudah saatnya kota-kota lain di tanah air meniru apa yang dilakukan Bukittinggi dalam hal penanggulangan persampahan tersebut.

“Ada komitmen walikota dengan membagikan keranjang belanja kepada warga dan itu bukan untuk mengejar penghargaan MURI, melainkan mengura ngi volume sampah perkotaan,” ujar Jaya Suprana. Namun, MURI sendiri meni lainya tidak saja dari segi kuantitas keranjang melainkan juga menghargaan inovasi walikota dalam hal mengurangi volume sampah.Tambah Jaya Suprana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi,H.Supadria pada kesem patan itu mengatakan,Selain menerima Penghargaan MURI di jakarta,Dalam jadwalnya,Selasa (6/6) lusa,Walikota Ramlan Nurmatias akan memberikan pre sentasi soal keberhasilan Bukittinggi dalam pengelolaan sampah dan penilaian Adipura 2017. Presentasi ini terkait upaya Pemko Bukittinggi mempertahan kan untuk kedua kalinya Adipura tahun ini,” kata Supadria menambahkan un tuk Presentasi direncanakan berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta dihadapan tim penilai Adipura, akademisi dan pakar lingkungan hidup.(Aldo/Edis )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here