Pembangunan 5 Unit IPAL Sanimas IDB di Taeh Baruah Hampir Rampung 100 Persen

0
673

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Meskipun pekerjaan fisik agak terlambat dari kontrak kerja yang telah ditetap, namun pembangunan 5 unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Jaringan Perpipaan melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dibiayai dengan dana LOAN Islamic Development Bank (IDB) TA 2015/2016, dilaksanakan Kelompok Swadaya (KSM) Pincuran Indah, Nagari  Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, hampir rampung 100 persen

Menurut Koordinator KSM Pincuran Indah, Syahrial Ibrahim, sebagai penanggungjawab kegiatan mengatakan bahwa, keterlambatan pekerjaan fisik IPAL dan jaringan instalasi perpipaan Sanimas IDB di Nagari Taeh Baruan, semata-mata terkendala sulitnya mendapatkan material pipa

“ Material pipa yang dipakai untuk jaringan instalasi dari bak induk dan jaringan pipa ke rumah-rumah warga, memakai pipa khusus untuk limbah yang sulit diperoleh di pasaran,” ujar Syahrial Ibrahim yang akrab dipangil Malin.

sanimas 2

Diakui Malin, meskipun pekerjaan fisik agak terlambat dari batas waktu kontrak, namun pihak KSM Pincuran Indah sebagai penangungjawab dan pelaksana kegiatan, sudah mendapatkan tambahan perpanjangan waktu (addendum) untuk merampungkan seluruh item pekerjaan.

“ Insya Allah, dalam beberapa minggu ini pekerjaan fisik yang hanya tinggal pemasangan penutup bak pengendali limbah, akan rampung dikerjakan seratus persen, “ujar Malin optimis.

Diakui Malin, pembangunan 5 unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Jaringan Perpipaan melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang dibiayai dana LOAN Islamic Development Bank (IDB) menelan dana Rp 2,1 Milliar, dengan rincian untuk satu unit IPAL sebanyak Rp 425 juta.

Sementara itu Walinagari Taeh Baruah, Syafri, didampingi Babinsa Koramil 08 Akabiuru Kodim 0306-50 Kota,  Koptu Agus Santa  dan Babinkantibmas Taeh Baruah Polsek Payakumbuh Aipda Erismon yang dihubungi di kantor Walinagari setempat mengakui, pelaksanaan pembangunan IPAL dan jaringan perpipaan Sanimas IDB di Nagari Taeh Baruah, memang terlambat dari batas waktu yang telah ditetapkan.

“ Keterlambatan pekerjaan, karena pihak KSM Pincuran Indah sebagai pelaksana kegiatan, kesulitan mendapatkan material pipa yang akan dipakai untuk instalasi jaringan yang memang khusus untuk limbah,” ujar Syafri dan diamini oleh Koptu Agus Santa dan Aipda Erismon.

Namun demikian, ulas Walinagari Taeh Baruah itu, adanya pembangunan 5 unit IPAL Komunal dan Jaringan Perpipaan melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dibiayai dengan dana LOAN Islamic Development Bank (IDB), program tersebut sebagai sebuah keberuntungan bagi masyarakat Nagari Taeh Baruah.

“Pembangunan Sanimas IDB ini, bertujuan untuk menyediakan layanan sanitasi dasar untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Sanitasi dan kebersihan lingkungan, “ ujar Syafri.

Tak hanya itu, imbuh Syafri, pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat ini akan membantu mengatasi masalah-masalah kesehatan yang disebabkan oleh kebiasaan buang air besar sembarangan dan sanitasi yang buruk dengan menyediakan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat.

“Dengan rampungnya pembangunan IPAL dan instalasi jaringan perpipaan Sanimas IDB di Nagari Taeh Baruah ini, sedikitnya sebanyak 81 Kepala Keluarga (KK) di Jorong Dalam Koto, 77 KK di Jorong Koto Puji, 79 KK di Jorong Dalam Koto 2, 76 KK di Jorong Padang Parik Panjang 1, 75 KK di Jorong Padang Parik Panjang 2, akan terlayani kebutuhan pembuangan limbah MCK-nya,” pungkas Syafri. (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here