Pemilik Hewan Langka Dilindungi Dicokok Polisi

0
259
Seorang warga Perumahan BTI Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh berinitial MIH dicokok polisi karena memiliki dan memelihara hewan langka dilindungi diduga untuk diperdagangkan

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Ini, bisa jadi sebuah himbauan, peringatan atau wanti-wanti bagi masyarakat yang memiliki dan memelihara hewan langka yang dilindungi tanpa izin.

Buktinya, seorang pemilik beberapa jenis hewan langka yang dilindungi dicokok polisi. Pria yang mengaku punya hobi memelihara hewan langka itu ditangkap anggota Satreskrim Polres Payakumbuh, Jum’at (10/11) sekira pukul 10. 00. Wib di rumahnya di Perumahan BTI Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.

Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution didampingi, KBO Reskrim Iptu Eldi Viarso, Kanit Tipidter Ipda.Doni dan Paur Humas Polres Payakumbuh, Aiptu. Hendri Ahadi, ketika dihubungi membenarkan pihaknya mengamankan seorang pria pemilik hewan langka yang dilindungi itu berinisial MIH (27).

Penangkapan terhadap tersangka MIH, setelah pihak kepolisian Polres Payakumbuh mendapat laporan dari masyarakat bahwa, tersangka MIH memiliki dan memelihara sejumlah hewan langka yang dilindungi, diduga untuk diperjualbelikan oleh tersangka.

“Atas informasi tersebut dilakukan penangkapan terhadap tersangka MIH. Dari tangan pria yang berprofesi sebagai pedagang ini diamankan 1 ekor landak satwa yang dilindungi, 20 ekor kura-kura gunung jenis henmis dan 20 ekor ular warna hijau jenis viper,” ungkap Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution.

Saat ini tersangka MIH sudah dijebloskan di rumah tanahan Polres Payakumbuh, sedangkan barang bukti 1 ekor landak satwa yang dilindungi, 20 ekor kura-kura gunung jenis henmis dan 20 ekor ular warna hijau jenis viper, dititipkan ke Balai KSDA Propinsi Sumbar di Ketinggian Sarilamak, Harau, Kabupaten Limapuluh Kota sebagai barang bukti.

“ Khusus untuk 20 ekor kura-kura gunung jenis henmis dan 20 ekor ular warna hijau jenis viper, bersama pihak KSDA sudah dilepas di habitatnya ke alam bebas. Sedangkan 1 ekor landak satwa yang dilindungi, sudah diamankan untuk barang bukti,” sebut Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution.

Diakui Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution, setelah dilakukan penyidikan terhadap tersangka MIH, penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh yang menanggani kasus ini sudah memiliki dua alat bukti yang kuat untuk menjerat tersangka, karena memiliki dan memelihara hewan yang dilindungi tanpa izin dan melanggar Pasal 40 ayat (2) jo Pasal  21 ayat (2) jo Perpu Nomor 7 tahun 1999 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistimnya. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here