Pemkab Takicuah di Nan Tarang, Luarnya 16, eh didalam Lain Lagi

0
193

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com

Tak banyak yang tahu selama ini, Jika Swalayan Tanjung Pati 16 yang berada di Ibukota Kabupaten Lima Puluh Kota di Sarilamak adalah Swalayan Indomaret yang sebelumnya pernah ” didemo” sejumlah pedagang karena dikuatirkan akan membunuh usaha / warung tradisional masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota, Khususnya di Kecamatan Harau. Kini, Swalayan tersebut tetap bisa ” Tersenyum ” melayani pembeli yang datang, sebab tak lagi ada demo mendesak ke Pemerintah Daerah setempat untuk segera menutup usaha perdagangan itu.

Dengan merek Swalayan Tanjung Pati 16 Yang terpasang di pinggir jalan, pengelola Indomaret bisa leluasa menjalankan usaha mereka tanpa kuatir didemo lagi. Lalu, apakah Pemerintah daerah setempat tahu atau pura-pura tidak tahu jika Indomaret yang sempat menutup usahanya itu telah dibuka kembali dengan baju yang berbeda.

Yudilfan Habib, salah seorang pemerhati Luak Limo Puluah (Kota Payakumbuh dan Kab. 50 Kota) menyayangkan jika Pemerintah Daerah setempat atau Bupati jika memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu terkait kembali beroperasinya Indomaret dengan ” Baju” lain. ” Atau memang Bupati lah takicuah di nan Tarang terkait Indomaret itu, sebab beberapa waktu sebelumnya kan masyarakat pernah datang ramai-ramai / demo ke Kantor Perizinan dan menuntut agar Indomaret dilarang beroperasi di 50 Kota, sebab menurut warga (pedagang.red) keberadaan Indomaret terancam akan membunuh usaha/kedai kedai tradisional milik warga. Nah kini, justru Indomaret seperti dibiarkan berjalan. Apakah sudah mengantongi izin/ belum. Ini kan belum jelas” sebutnya.

Ia juga menambahkan, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan kembali memicu persoalan baru. Bupati melalui dinas terkait harus segera turun tangan terkait persoalan ini.
Sementara di tempat terpisah, Camat Harau, Deki Yusman ketika dikonfirmasi terkait keberadaan Swalayan itu mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah melihat izin terkait Indomaret. ” Memang dahulu sempat tutup karena ada tuntutan dari masyarakat pedagang sekitar kepada pemerintah daerah. Saya juga tidak pernah melihat Izin terkait Indomaret”. Sebutnya ketika dikonfirmasi Minggu sore (2/7).

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Satu Pintu Kabupaten Lima Puluh Kota, Ambardi yang dihubungi, belum bisa tersambung, meski kedua nomor Handphone terus dihubungi. Sedangkan Sekretaris Nagari, Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota, Abdi Nur mengatakan bahwa “ Dulu memang pihak Indomaret pernah mengajukan proses untuk membuat izin, namun tidak sampai tuntas. Termasuk sampai kini tidak ada konfirmasi ke Nagari. Setahu kami, izin mereka tidak pernah keluar, makanya sekarang mereka pakai nama itu.”. sebut Abdi Nur.

Beberapa waktu sebelumnya, Yunire Yunirman, Ketika masih menjabat Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lima Puluh Kota (Kini Kadis Pu. Red), saat dikonfirmasi wartawan terkait “ Kisruh” Masalah Indomaret mengatakan bahwa, pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada Indomaret. “ Sejauh ini, belum pernah ada Izin untuk Indomaret beroperasi di daerah ini. Kalau mereka tetap memasang plang lain, namun di struk (bukti transaksi jual-beli. Red) tetap menggunakan struk Indomaret, hal itu tetaplah pelanggaran”. Ujarnya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here