Pemkab Tanjuang Jabung Timur Belajar ke Kabupaten Solok

0
83

SOLOK,Dekadepos.com

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hari Rabu pagi (14/12), mengunjungi Kabupaten Solok untuk saling tukar informasi seklagus belajar ke Pemkab Solok atas raihan prestasi. Rrombongan dari Pemkab Tanjung Jabung Timur, diterima di Ruang Danau Diatas oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan Dan Keuangan Kab Solok, Drs. Efriadi, MM, Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok yang hadir. Sementara rombongan pejabat dari kabupaten Tanjung Jabung Timur dipimpimn oleh Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto.

Dalam sambutannya, Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto menyampaikan maksud dan tujuannya bahwa kunjungan ke Kabupaten Solok untuk selain bersilaturahmi tentu kami juga ingin belajar dan saling bertukar informasi dengan pemerintah Kabupaten solok tentang tata cara pelaksanaan pemberian tunjangan tambahan penghasilan PNS
“”Kami melihat kabupaten Solok sudah lebih dahulu melakukan kegiatan untuk mensejahterakan pegawainya,” jelas Romi Hariyanto. Bupati Tanjung Jabung juga menyampaikan ucapan terima kasih kami ucapkan kepada bupati yang telah menenrima dan menyambut kami di Kabupaten Solok

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Solok nan indah kepada saudara-saudara dari Pemrintahan Kabupaten Tanjung Jabung. “Kita di kabupaten Solok mempunyai visi terwujudnya masyarakat kabupaten solok yang maju dan mandiri menuju kehidupan masyarakat madani dalam nuansa adat basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” jelas Bupati Solok, H. Gusmal. Bupati juga menecritakan profil dan letak geografis Kabupaten Solok dan dikenal dengan daerah pertanian.

Bupati juga menceritakan sekilas tentang tunjangan daerah, latar belakangnya adalah Terdapat istilah “meja mata air dan meja air mata”. Istilah ini muncul berkaitan dengan adanya unit kerja/pegawai/pejabat yang sering terlibat dalam kegiatan proyek-proyek dan kepanitiaan. Perbedaan penghasilan yang mengakibatkan terjadinya saling iri dan curiga antar pegawai sehingga suasana kerja menjadi tidak sehat. Terjadi penurunan kinerja pegawai yang tidak pernah menerima honor selain gaji pokok Pegawai yang tidak pernah menerima honor dan hanya menjadi saksi bagi rekan mereka yang menerima, menjadi suatu kelompok tersendiri yang kemudian secara berangsur-angsur mengurangi kontribusi mereka dalam pelaksanaan tugas yang akhirnya menghambat penyelesaian tugas pokok mereka sendiri
“Apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, pegawai-pegawai tersebut mulai mengganggu produktivitas pemerintah kabupaten Solok secara keseluruhan,’ jelas H. Gusmal (Ujang Jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here