Pemko Bukittinggi Alokasikan Rp4,2 M untuk Masjid dan Mushalla

0
59

 

Bukittinggi.Dekadepos.com.

Bantuan yang bakal digulirkan Pemko untuk pembangunan masjid dan mushalla di Bukittinggi hendaklah dapat digunakan dengan baik sehingga ber manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan bantuan hibah itu diharapkan juga se suai aturan, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Kita tak ingin pengurus dapat masalah setelah penerimaan dana itu nantinya, apalagi tersangkut persoalan hukum,” tegas Walikota Ramlan Nurmatias ketika bertatap muka dengan pengurus masjid dan mushalla di kantor Dinas PU, Belakang Balok, Selasa (30/5).

Artinya, pengelolaan bantuan hibah yang nilainya cukup besar itu harus lah didukung administrasi yang baik. Proposalnya mesti jelas, sehingga terinci penggunaannya. Karena ada proposal, tentu pertanggungjawabannya nanti juga mesti mengacu aturan, jelasnya.

Dikatakan,Pemko Bukittinggi tahun ini mengalokasikan sekitar Rp4,2 mi liar melalui APBD untuk pembangunan dan perbaikan masjid dan mushalla yang tersebar pada 24 kelurahan. Dari data saat ini di kota tiga kecamatan itu terdapat sebanyak 45 masjid dan 105 mushalla. Dari alokasi dana hibah terse but, masing-masing masjid nantinya mendapat pada kisaran Rp25 juta hingga Rp150 juta. Sedangkan mushala berkisar Rp10-Rp25 juta.

Diakui oleh Walikota Ramlan Nurmatias,pengetahuan pengurus masjid dan mushalla banyak yang terbatas dalam masalah keuangan.Karena itulah, untuk mengantisipasinya,dihimbau kepada pengurus masjid dan Mushalla agar  memberdayakan Aparat Sipil Negara (ASN) Pemko Bukittinggi yang berdomisili di sekitar masjid dan mushalla. “Silahkan berdayakan ASN untuk membantu administrasi pengelolaan dana hibah itu,” tegas Walikota.

Sosialisasi teknis pencairan hibah bantuan masjid dan mushalla 2017 disampaikan Kepala Badan Keuangan, Herriman. Bantuan tersebut disampai kan pengurus melalui proposal. Fokusnya dimanfaatkan dalam bentuk pisik, namun ada juga yang non pisik. Karena itulah lanjut Herriman, proposal terse but juga melalui verifikasi kelayakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, terutama dari aspek teknisnya. “Intinya,pemanfaatan dana hibah ini ada proposal dan pasti ada pula pertanggungjawabannya,” tegas Herriman.

Namun, pihaknya menurut Herriman juga pasti membantu kelancaran administrasi penggunaan dana hibah tersebut, antara lain dengan membuka klinik di Badan Keuangan jalan Sudirman bagi pengurus masjid dan mushalla yang ingin konsultasi. Selain Badan Keuangan, klinik juga dibuka pada Bagian Kesra balaikota. “Silahkan pengurus manfaatkan klinik untuk konsultasi masa lah administrasi dana hibah tersebut nantinya,” imbuhnya.

Sosialisasi juga dihadiri Wakil Walikota H. Irwandi, Sekda Yuen Karnova dan sejumlah kepala OPD diawali buka bersama di rumah dinas walikota yang lokasinya bersebelahan dengan Dinas PU. (Aldo)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here