Pemko Bukittinggi Launching Warning Reciver System

0
109
Kepala BMKG Sumbar Kelas I Rahmat Triyono tengah memberikan penjelaan kepada walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias tentang Peralatan Diseminasi Kebencanaan Gempa Bumi dan Prakiraan Cuaca yang dikenal juga dengan Warning Reciver System (WRS) pada launching Pengoperasian Peralat an Diseminasi Informasi Kebencanaan Gempa Bumi dan Prakiraan Cuaca di Kota Bukittinggi.

Bukittinggi,dekadepos.com

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias secara resmi melaunching Pengoperasian Peralatan Diseminasi Informasi Kebencanaan Gempa Bumi dan Prakiraan Cuaca di Kota Bukittinggi, Selasa (5/9).

Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda Kota Bukitinggi, Sekda H.Yuen Karnova, Kepala BMKG Sumbar Kelas I Padang Panjang, Kepsta GAW Bukit Koto Tabang, Kepsta Klimatologi Padang Pariaman, Kepala Meteorologi Minangkabau, Kepsta Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Ka.SKPD diLing kungan Pemko Bukittinggi dan Organisasi Sosial Kemasyarakatan seperti PMI, Tagana, KBLK, Orari, Rapid an ATC.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bukittinggi, Musmulyadi dalam laporannya menyebutkan, bahwa Peralatan Diseminasi Kebencanaan Gempa Bumi dan Prakiraan Cuaca yang dikenal juga dengan Warning Reciver System (WRS) dengan nilai lebih kurang dua ratus juta rupiah. Dan ini merupakan bantuan dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sumatera Barat Kelas I Silaing Bawah Padang Panjang.

“WRS dengan nilai dua ratus juta ini merupakan bantuan dari BMKG Sum bar Kelas I Silaing Bawah Padang Panjang, seluruh biaya operasional pemeliha raan ditanggung oleh pihak BMKG, untuk itu kita mengucapkan terima kasih kepada pihak BMKG”,ujar Musmulyadi menambahkan untuk operasionalnya kita menunjuk petugas khusus dan akan dilatih mengggunakan alat ini secara maksimal dan professional.

Kepala BMKG Sumbar Kelas I Silaing ,Padang Panjang Rahmat Triyono dalam sambutannya mengatakan bahwa Kota Bukittinggi merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, dikarenakan Bukittinggi dilalui oleh sesar Sumate ra ,khususnya segmen Sianok. Gempa Bumi tahun 2007 dengan kekuatan gem pa 6,4 SR telah memporak porandakan rumah dan bangunan sepanjang sesar Sumatera dari Bukittinggi sampai Solok dan mengakibatkan korban jiwa 67 orang dan luka – luka sebanyak 826 orang.

“Dengan kondisi rawan bencana tersebut, BMKG merasa perlu dan ur gen sekali untuk memasang WRS sebagai sarana untuk info-info dari BMKG khususnya informasi gempa bumi kepada jajaran Pemko Bukittinggi,” papar Rahmat Triyono.

Kami mohon maaf baru kali ini dapat membantu pengadaan WRS untuk kota Bukittingi, karena sejak tahun 2006 perangkat WRS diprioritaskan terpa sang pada daerah –daerah yang memiliki ancaman gempa bumi dan tsunami, tambahnya.

Sementara itu Walikota Bukittinggi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BMKG Sumbar Kelas I Padang Panjang yang telah memberi kan bantuan kepada Pemko Bukittinggi.“Atas nama Pemerintah Daerah kami mengucapkan terima kasih kepada BMKG Sumbar Kelas I melalui Bapak Rah mat Triyono yang telah memberikan bantuan berupa alat Diseminasi Informasi Kebencanaan Gempa bumi dan Prakiraan Cuaca ini untuk Kota Bukittinggi, hal ini sangat penting karena patahan Sianok posisinya berada di Kota Bukittinggi,” ujar Walikota Ramlan Nurmatias.

Kepada kepala pelaksana BPBD Bukittinggi,Walikota, memerintahkan agar memasukkan nama – nama unsur Forkopimda, polisi, Kodim, Pol PP, Dis hub, RRI dan pihak berkompeten lainnya untuk bisa mengakses informasi dari alat tersebut.

Kemudian,Walikota Ramlan Nurmatias  juga mengapresiasi petugas dan pegawai BPBD.BPBD ini sangat penting keberadaannya ,untuk itu  saya meng ucapkan terima kasih kepada Tim BPBD karena mau melakukan kegiatan ini, kegiatan ini adalah ibadah bagi Bapak dan Ibuk, dengan memakai baju BPBD ini berarti Bapak Ibuk sudah siap melaksanakan kegiatan kemanusiaan yang arti nya sudah siap membantu masyarakat dalam masalah bencana,unkap Waliko ta Ramlan Nurmatias.

“karena di lokasi ini akan dilakukan pembangunan Rumah Sakit, untuk itu BPBD akan pindah dan kantor BPBD harus menjadi prioritas utama untuk dibangun, siapkan fasilitas yang ada termasuk keamanan dari pada tim BPBD itu sendiri,” tambah Ramlan sambil memerintahkan kepada Kepala Badan Keuangan untuk mempersiapkan lokasi pembangunan kantor BPBD.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara Stasiun Geofiksika Silaing Bawah Padang Panjang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bukittinggi tentang Pemanfaatan Informasi Gempa Bumi, Cuaca Ekstrim, Iklim Ekstrim, Hot Spot dan Kabut Asap untuk Penanggulangan Bencana di Wilayah Kota Bukittinggi yang disaksikan oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Disamping itu Kepala BMKG Sumbar Kelas I Rahmat Triyono juga menyerahkan Peta Gempa yang Merusak Provinsi Sumbar dan sekitarnya serta Peta Seismisitas Provinsi Sumbar dan sekitarnya periode tahun 1991 – 2017 kepada Walikota Bukittinggi. (Edis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here