Penahanan Oknum Kepala SMA 1 Ditanguhkan

0
175
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis

Limapuluh Kota, Dekadepos.com 

Sempat menjalani penahanan di Sel Mapolres Limapuluh selama beberapa hari karena dugaan Kasus Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di SMA 1 Guguak Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu sebelumnya, Akhirnya Oknum Kepala Sekolah SMAN I Guguak, berinitial YD (54) bisa kembali menghirup udara segar untuk sementara waktu, sebab permohonan Penangguhan yang diajukan oleh Tersangka melalui Kuasa Hukumnya dikabulkan oleh Polres Limapuluh kota

Sebelumnya, tersangka YD ditahan/dijebloskan ke Sel Mapolres setempat pada Senin malam (29/1) sekitar pukul 19.30 Wib, ia dijebloskan ke kamar tahanan Unit Tipikor Polres Limapuluh Kota, setelah menjalani pemeriksaan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Limapuluh Kota.

Baca juga : http://www.dekadepos.com/terlibat-pungli-oknum-kepsek-sman-i-guguak-dijebloskan-ketahanan/

Penanguhan penahanan terhadap tersangka tersebut diungkapkan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis, Kamis siang (1/2) di salah satu Rumah Makan di Jalan Raya Sumbar-Riau. Menurut Putra Pesisir Selatan tersebut, permohonan penanguhan penahanan dilakukan karena Tersangka Kooperatif dan Tidak Bakal melarikan diri.

“ Iya, tersangka kasus Dugaan Pungutan Liar di salah satu sekolah di Kabupaten Limapuluh Kota yang sebelumnya kita tahan di Sel Mapolres, telah kita tangguhkan karena adanya pengajuan penanguhan penahanan. Meski penahanan tersangka kita tangguhkan, namun kasusnya tetap lanjut”. Sebut AKBP. Haris Hadis didampingi Kasubag Humas Polres Limapuluh Kota, AKP. Efrizul.

Sebelumnya diberitakan, kasus yang menjerat Oknum Kepala Sekolah itu bermula dari dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak SMAN 1 Guguak, terhadap murid dan walimurid tahun ajaran baru 2017-2018. Pungli terkait jual-beli seragam sekolah. Dalam jual beli seragam tersebut, pihak panitia penerimaan murid baru, yang mengaku disuruh Kepala Sekolah, memungut uang seragam kepada walimurid masing-masing Rp900 ribu setiap paketnya. Setidaknya, ada 200 orang murid yang menyerahkan jumlah pembayaran itu.

Oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres 50 Kota, 7 bulanan lalu, praktik jual-beli seragam sekolah ini dibongkar Tim Saber Pungli lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam operasi tersebut diamankan barang bukti uang tunai hasil pembayaran walimurid berjumlah Rp 80 juta. (Est)