Pengaktifan kembali Jalur Kereta Api Payakumbuh-Padang Perlu Uji Kelayakan

0
229

Payakumbuh, Dekadepos.com

Pengaktifan kembali Jalur kereta api menuju Kota Payakumbuh dari Kota Padang diperlukan uji kelayakan terjadap jalur yang lama apakah dimungkinkan untuk digunakan kembali. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh, Adrian Rabu (26/4). Menurutnya, uji kelayakan tersebut untuk memastikan apakah jalur tersebut dapat digunakan kembali atau dibuat rute baru agar kereta api bisa sampai di “Kota Batiah”.

“Kami masih menunggu informasi dari PT. Kereta Api Indonesia atau dinas perhubungan provinsi terkait hal ini,”. Sebut Adrian. Ia juga menambahkan, jika seandainya jalur yang sekarang dapat digunakan kembali, maka akan dipakai lagi. Akan tetapi jika ada lokasi lain lebih memungkinkan serta menguntungkan, itu bisa saja dibuat rute baru. Karena medan antara Kota Bukittinggi dan Payakumbuh medannya perbukitan sehingga menyebabkan jalur kereta api tersebut bertanjakan.

Kemudian lokasi jalur kereta api juga telah dialih fungsikan, berupa pendirian bangunan-bangunan permanen, sehingga akan menimbulkan polemik baru jika menggusur masyarakat yang menempati lahan milik PT. KAI tersebut. Selain itu, di atas jalur kereta api yang menghubungkan kedua daerah juga telah dibangun sarana atau fasilitas umum berupa Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Baso Kecamatan Agam.

cc
Pemkot Payakumbuh, menurut Adrian, pada intinya siap menerima kehadiran kereta ke daerah tersebut, sehingganya dengan adanya alat trasportasi itu dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang relatif tinggi. Kehadiran kereta api dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama untuk pendistribusian barang dari Padang menuju Payakumbuh, dan sebaliknya. Terutama bagi pengusaha yang selama ini menggunakan truk.

Sebelumnya PT KAI telah menyosialisasikan pengaktifan kereka api di Sumbar. Pada 2017, akan didahulukan dari Padang menuju Bukittinggi, sampai ke Sawahluto, dan untuk Payakumbuh akan dilakukan di 2018. Sebelumnya, Ketua DPRD Payakumbuh, Yendri Bodra, menegaskan diperlukan sarana transportasi darat alternatif guna mengurai beban kendaraan saat ini yang macet dan menimbulkan inefisiensi parah. Dulu, jarak tempuh Payakumbuh-Padang hanya 2,5 jam, namum akhir-akhir ini dapat menghabiskan waktu hingga lima jam. “Apalagi saat musim libur dan lebaran, jarak tempuh kedua daerah dapat menghabiskan waktu seharian,” sebutnya kepada wartawan. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here