PENGARUSUTAMAAN GENDER KUNCI UTAMA SUKSESKAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN INDONESIA

0
34

JAKARTA, dekadepos.com-

Bicara mengenai kepemimpinan perempuan dan demokrasi abad 21 di  Asia (Women’s Leadership and Democration in the 21 Century Asia) seperti menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Perempuan dan kepemimpinan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, hal tersebut menarik perhatian para akademisi, masyarakat umum dan bagi para pemerhati kepemimpinan perempuan di ASIA, tanpa kecuali juga di Indonesia. Sudah banyak perempuan indonesia yg menduduki jabatan strategis  baik di pemerintahan maupun di swasta bahkan di lembaga-lembaga dunia.

Keterlibatan kaum perempuan di bidang politik, khususnya di legislatif, tentunya memberikan keseimbangan dan mewarnai perumusan peraturan perundang-undangan, penganggaran, dan pengawasan yang akan lebih berpihak pada kepentingan kesejahteraan perempuan dan anak pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Keterlibatan perempuan secara penuh di bidang politik mencerminkan telah terimplementasi nya demokratisasi dan penegakan HAM. Hal tersebut terlihat dari data hasil Pemilu  sebelas kali sejak tahun 1955 hingga tahun  2014 yang menggambarkan bahwa kepemimpinan perempuan di dalam parlemen dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan yang berarti.

“Memang pada kenyataannya masih banyak hambatan yang menjadi tantangan bagi perempuan dalam menduduki kursi kepemimpinan, seperti hambatan sosial budaya, sumberdaya keuangan dan struktur ketimpangan politik. Namun saya sangat optimis bahwa peluang perempuan dalam meniti karier politik di masa depan akan semakin terbuka lebar karena pergeseran paradigma masyarakat menjadi berpikir inklusif dan elegan, struktur politik yang memberikan ruang bagi perempuan dan juga meningkatkan pendidikan masyarakat serta  dukungan dari banyak pihak lainnya”. papar  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam Seminar “Kepemimpinan Perempuan dan Demokrasi Abad 21 Di Asia” yang diselenggarakan oleh LIPI, di Jakarta.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatan keterwakilan perempuan di parlemen melalui pendidikan dan pelatihan politik antara lain; pelatihan kepemimpinan perempuan bakal calon kepala daerah, pelatihan politik kebangsaan perspektif gender guna mendorong peningkatan semangat perempuan berpolitik, pelatihan kepemimpinan perempuan pedesaan/kelurahan dan pelatihan politik perempuan calon legislatif pada Pemilu 2019. Hal tersebut merupakan pembekalan  agar mereka lebih percaya diri dan mampu melaksanakan tugas-tugas keparlemenan.

“Pengarusutamaan Gender merupakan salah satu strategi untuk mengatasi kesenjangan gender guna terwujudnya kesetaraan gender diberbagai bidang pembangunan. Gender merupakan salah satu strategi yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah agar isu gender dapat diselesaikan. Pengarusutamaan gender sebagai strategi untuk mengatasi kesenjangan gender dalam berbagai bidang pembangunan, khususnya bidang politik. Saya berharap dengan adanya seminar dan diskusi yang membahas mengenai perempuan dan kepemimpinan seperti ini akan membuahkan hasil yang dapat memberikan masukan bagi para pemangku kepentingan lainnya.” tutup Menteri Yohana. (est/rel)