PENYIDIK AJUKAN 30 PERTANYAAN KEPADA TEDY SUTENDI: AKP Anton Luther: “ Tersangka Masih Dua Orang, Belum Ada Tersangka Baru”

0
828

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota mengajukan sebanyak 30 pertanyaan kepada oknum anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedy Sutendi, terkait kasus terbunuhnya seorang petani bernama Erwin (35) warga Jorong Koto Nan Gadang, Kenagrian Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, yang tewas dalam peristiwa berdarah yang terjadi di Nagari Taram, Harau, Minggu (10/9) lalu.

Menurut Kapolres Limapuluh AKBP Haris Hadis melalui Kasatreskrim AKP Anton Luther didampingi KBO Reskrim Iptu Muhammad Arvi, ketika dikonfirmasi, Rabu (20/9) mengakui bahwa, penyidik sudah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Tedy Sutendi.

Oknum anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedy Sutendi, yang dijadikan tersangka dalam kasus hilangnya nyawa korban Erwin,sedang diperiksa penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota di rumah sakit Bhayangkara Padang.

“Tedy Sutendy diperiksa di Padang, karena saat ini tersangka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Selama menjalani pemeriksaan, tersangka Tedy Sutendi, didampingi penasehat hukumnya, Mefrizal,SH, ” ungkap Kasatreskrim AKP Anton Luther yang memimpin langsung penyidikan.

Diakui Kasatreskrim AKP Anton Luther, pemeriksaan terhadap tersangka Tedy Sutendi, belum kelar. Artinya, jika penyidik masih membutuhkan keterangan tersangka akan diperiksa lagi.

Ketika ditanya dari hasil pemeriksaan penyidik terhadap dua tersangka Tedy Sutendi dan adik kandungnya Primsito alias Tito, apakah akan ada tersangka baru, Kasatreskrim AKP Anton Luther menyatakan belum ada tersangka baru.

Tedy Sutendy (Terbaring.red), Oknum Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota yang juga tersangka dalam peristiwa berdarah di Kenagarian Taram yang menewaskan seorang warga saat menjalani Pemeriksaan oleh Penyidik Mapolres Lima Puluh Kota di RS Bhayangkara Padang

“Belum. Sampai saat ini, tersangka masih dua orang yakni Tedy Sutendi dan adiknya Primsito alias Tito. Tegasnya, belum ada tersangka baru,” ujar Kasatreskrim AKP Anton Luther.

Sengketa Tanah Ulayat  

Seperti diwartakan sebelumnya, perebutan tanah ulayat antara masyarakat Nagari Pilubang dengan anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedy Sutendi warga Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, berakhir dengan maut.

Seorang warga Jorong Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang Harau, Erwin (35) terbunuh dalam sengketa tanah ulayat yang terletak antara Nagari Pilubang dengan Nagari Taram tersebut.

Beberepa hari setelah peristiwa berdarah membawa maut itu terjadi, Polres Limapuluh Kota menetapkan anggota DPRD Limapuluh Kota Tedi Sutendy bersama adiknya Primsito alias Tito sebagai tersangka.

Tedy Sutendi ditetapkan sebagai tersangka, saat ia masih terbaring dan menjalani perwatan di RSU dr. M. Jamil Padang, karena dia juga menderita luka cukup serius dalam peristiwa berdarah yang terjadi di nagari Taram tersebut.

Sementara Primsito alias Tito, adik kandung Tedi Sutendi, yang juga dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindakan penganiayan mengakibatkan hilangnya nyawa korban, telah mendekam di Sel Mapolres Limapuluh Kota.

“ Iya, tersangka Tito telah kita tahan di Sel Mapolres, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi KBO Reskrim, Iptu. M. Arvi beberapa waktu lalu.

Menurut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis tersangka Tedy Sutendy dan adiknya Primsito alias Tito bakal dijerat Pasal berlapis yakni; Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 3 jo Pasal 351 ayat (3) atau Pasal 338 KUHP, dengan ancaman belasan tahun penjara. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here