Penyidik Satreskrim Polres Lima Puluh Kota Panggil Perusahaan Garam Asal Pekanbaru

0
147
AKP. Anton Luther, Kasat Reskrim Polres limapuluh Kota. (Foto Ist)

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Setelah mengamankan ratusan pack Garam yang diduga tidak memiliki izin edar dari sebuah kendaraan Roda Empat jenis minibus Grand Max warna putih nomor polisi BA 9820 LR yang membawa garam kemasan merek dagang G plastik warna kuning beberapa waktu lalu, Penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota melakukan pemanggilan terhadap pihak PT. Saroha Sakti di daerah Pasar Bawah Pekanbaru, Provinsi Riau. Pemanggilan untuk meminta keterangan pihak perusahaan itu dilakukan Polisi pada Senin pagi (15/1).

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Payakumbuh, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther, Senin sore (15/1). Menurut AKP. Anthon, pemanggilan memang dilakukan terhadap pihak dari PT. Sarokha Sakti.

Baca juga: http://www.dekadepos.com/waspada-garam-tak-berizin-polres-payakumbuh-segel-gudang-garam/

“ Memang, kita tadi meminta keterangan dari pihak perusahaan PT. Saroha Sakti. Dari hasil pemeriksaan secara global, perusahaan tersebut memiliki persyaratan yang lengkap. Awalnya, saat dilakukan penangkapan saat pengedaran di warung-warung di Sarilamak, Harau, kita mencurigai garam tersebut tidak terdaftar di Balai POM. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tadi pihak perusahaan PT. Saroha Sakti membawa dokumen dan dinyatakan lengkap,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Jajaran Polres Limapuluh Kota berhasil menangkap tangan usaha peredaran garam tak memiliki izin atau tak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di warung-warung masyarakat yang berada di kawasan Nagari Sarilamak, kecamatan Harau, kabupaten Limapuluh Kota. Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (10/1) sekira pukul 11.15 Wib.

Selain mengamankan ratusan pack garam yang diduga tidak memiliki izin itu, Polisi juga mengamankan dua orang laki-laki masing-masing berintial FW (40) dan YD (41) keduanya warga Nagari Solok Bio-bio, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Kepada Polisi, keduanya mengakui membeli kepada PT. Saroha Sakti di Pasar Bawah Pekanbaru, Provinsi Riau dan dijual secara eceran di warung-warung di kawasan kabupaten Limapuluh Kota.

Setelah garam tak berizin itu diamankan, unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Limapuluh kota melakukan koordinasi dengan BPOM Sumatera Barat untuk mengecek apakah garam tersebut terdaftar di BPOM. Kemudian setelah melakukan registrasi nomor BPOM yang tertera di bungkus kemasan garam tersebut, ternyata nomor registrasi BPOM yg tertulis tersebut tidak terdaftar. (Est)