Pertunjukkan Kesenian, Ramaikan Payakumbuh Botuang Festival

0
29
Pertunjukkan Teater dari Ranah PAC berjudul Mite Kudeta

Payakumbuh, Dekadepos.com

Malam pertama puncak Payakumbuh Botuang Festival 2017 dibanjiri pengunjung. Beberapa aksi penampil di malam pertama PBF 2017 pukau penonton yang hadir sambil menikmati suasana malam di Puncak Panorama Ampangan, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Jumat 1 Desember 2017 lalu. Membuka penampilan malam puncak PBF 2017, Minangapentagong kolaborasi dengan Bundo Kanduang yang memainkan Sikatuntuang sukses menghipnotis malam di Puncak Panorama Ampangan. Selain Minangapentagong, juga dimeriahkan dengan penampilan komposer Taufik Adam yang memainkan komposisi musik yang berjudul Return to Bilah. Kemudian Ranah Performing Arts Company dari Padang juga hibur pengunjung yang sejak sore memadati Kawasan Panorama Ampangan. Pertunjukkan teater berjudul Mite Kudeta dari Ranah PAC hadirkan sensasi menonton pertunjukkan luar biasa.

Tidak hanya musik dan teater, PBF 2017 dihari pertama ini juga menyuguhkan kolaborasi seni sastra bersama penyair Nasional asal Payakumbuh yaitu Iyut Fitra yang berkolaborasi dengan orkestra Minangapentagong. Puisi berjudul Bedil-bedil Betung menjadi andalan Iyut Fitra yang berpuisi diiringi orkestra. Selain Iyut Fitra, juga hadir penyair Sosiawan Leak, pertunjukkan tari dari Ali Syukri, dan komposisi musik Sirompak dari La Paloma. Iven Payakumbuh Botuang Festival 2017 ini sendiri dibuka langsung oleh Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumbar Supardi dan Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan serta Kepala Taman Budaya Sumbar Muasri.

Erwin Yunaz mengatakan dirinya mengapresiasi ide kreatif dari seniman Payakumbuh yang telah berinisiatif dalam mengangkat festival bertemakan Botuang atau bambu ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sendiri diharapkan dapat menjadi industri kreatif masyarakat yang mungkin selama ini masih belum berkembang. “Selama ini bambu dianggap hanya jadi pelengkap penderita, tapi bagi insan seni bambu ini dapat memiliki potensi lain yang dieksplorasi menjadi sebuah festival. Kami sangat mengapresiasi ide yang diwujudkan dalam kegiatan ini,” ujar Erwin Yunaz yang juga didampingi Wakapolres Payakumbuh Kompol Eddisra, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Elfriza Zaharman serta beberapa penampil seperti Taufik Adam, Sosiawan Leak, Isbedy Setiawan ZS, dan Irmansyah.

Ia berharap kegiatan ini nantinya juga dapat menjadi ciri khas bagi Payakumbuh karena seperti yang disampaikan Direktur Festival Andra Nova bahwa festival bambu ini perdana digelar di Indonesia. Sehingga ke depan ia akan berupaya untuk mengembangkan industri pengolahan botuang ini khususnya di Kampung Pengrajin Bambu, Nagari Ampangan ini. “Semoga masyarakat dapat menikmati pertunjukkan Payakumbuh Botuang Festival ini dan mengambil ide gagasan Botuang ini untuk dapat dimanfaatkan menjadi sebuah industri kreatif yang tentunya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” kata Wakil Walikota Payakumbuh dalam press conference yang juga dihadiri beberapa peninjau dari 16 Negara dan 15 provinsi di Indonesia ini.(Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here