PETANI NAGARI KOTO BANGUN PANIK: Ulat ‘Tentara’ Serang Puluhan Hektar Sawah Penduduk

0
54

LIMAPULUH KOTA, dekadepos –

Para petani padi di Jorong Satu, Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, panik. Pasalnya, puluhan hektare padi baru terbit milik dua kelompok tani sejak Kamis (30/3) lalu diserang hama ulat jenis Gerayak atau ulat “tentara”. Akibatnya, masyarakat tani setempat terancam gagal panen

Menurut informasi yang diperoleh, ribuan ulat “tentara” itu menyerang 1 sampai 2 hektare lahan padi masyarakat dalam satu malam. Bahkan, hingga kini dipastikan sudah 3 hektare lahan padi milik petani puso dan bakal gagal penen. Padahal, sawah milik masyarakat itu sebelumnya pada banjir Jumat (3/3) lalu ikut terendam.

“Memang, sejak sepekan terakhir padi milik masyarakat diserang hama ulat jenis “tentara”. Ulat pengerat ini menghabiskan dari batang padi, daun hingga buah padi yang baru mandidiah. Sehingga 3 hektare padi yang terserang ulat itu bisa dipastikan puso dan berdampak gagal panen,” jelas Walinagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Yusarlis Dt Sutan Pangulu, Rabu (5/4) kemarin kepada awak media.

inilah ulat 'tentara' berwarna hijau loreng ini yang menyerang padi milik petani

Disampaikannya, petani sempat melakukan pencegahan dengan menyemprot tanaman padi dengan pestisida yang biasa digunakan. Namun, sebut Walinagari itu, tidak satupun ampuh bahkan ulat Gerayak semakin mengganas dan meluas.
“Karena sudah panik semua petani, dan semua kemampuan sudah dikerahkan ternyata hama ulat tidak kunjung pergi. Kemudian saya sampaikan kepada instansi Dinas terkait di Limapuluh Kota, kemudian juga saya surati BPTPH  Propinsi. Alhamdullah BPTPH Propinsi dan instansi Dinas Pertanian Limapuluh Kota sudah turun dan melakukan penyemprotan dilokasi wabah ulat,” ungkap Walinagari.
Sejak dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida jenis Panzer 290 oleh BPTPH Propinsi, Senin lalu, kini ulat-ulat “tentara” itu sudah mulai berkurang. Disamping melakukan pembasmian ulat, BPTPH juga memberikan penyuluhan kepada petani terdampak hama ulat.

“Masyarakat kita sudah mendapatkan pengetahuan dari BPTPH terkait ulat jenis Gerayak atau “tentara” ini. Dan penyuluhan juga dilakukan oleh instansi terkait bersama-sama dengan Dinas Pertanian Limapuluh Kota. Awalnya memang masyarakat terlihat panik, karena semua obat sudah dicoba tapi tidak ampuh,” sebut Camat Kapur IX, Andri Yasmen, disela-sela penyemprotan masal di sawah milik petani.

Disampaikan Camat, bila tidak segera mendapatkan penanganan dari BPTPH dan instansi terkait bisa dipastikan puluhan hektare padi disawah milik masyarakat dua kelompok tani itu akan puso dan berdampak kepada gagal panen.

“Memang sudah tiga hari ini terus dilakukan penyemprotan. Kemudian alhamdullah sudah mulai berkurang hamanya. Kita berharap memang petani mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan terutama yang terdampak hama ulat ini,” harap camat.

Serangan hama ulat “tentara” ini disampaikan Camat dan Walinagari baru pertama kali terjadi di Jorong Satu, Nagari Koto Bangun. Sebelumnya, tidak pernah ada serangan hama ulat jenis Gerayak atau “tentara” ini dialami petani.

Diyakini, saat banjir lalu ada hama kupu-kupu yang bertelur dan tinggal disekitar lokasi hingga menetas dan menjadi wabah bagi petani. “Kita tidak tau pasti, tetapi ini baru pertama kali terjadi disini. Kita yakini ini mungkin sewaktu banjir lalu ada telur kupu-kupu yang tinggal disini kemudian menetas dan menjadi bencana,” sebut camat di amini Walinagari (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here