Peter Kembali Beraksi. Sadis, Tiga Ekor Kerbau Disemblih di Lokasi

0
77

SOLOK, Dekadepos.com

Komplotan aksi pencurian ternak (Peter), kembali beraksi di Kabupaten Solok. Jum’at subuh (3/2), sebanyak 3 ekor kerbau milik warga Koto Baru, yakni Syamsinar (42) warga Halaban Jorong Subarang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, dibawa kawanan pencuri. Bahkan menurut Syamsinar, salah satu kerbaunya bunting dan ditemukan dalam kondisi kritis karena sudah dibantai secara tak wajar oleh kawanan pencuri di dekat tumpukan semak yang tidak jauh dari rumahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh media ini di lokasi kejadian, kerbau Syamsinar diketahui hilang oleh Suaminya (Uwan) sekitar pukul 06.00 pagi. Saat itu, seperti biasanya suami korban akan memindahkan kerbau-kerbaunya untuk ditambatkan di samping rumah. “Namun saya kaget ketika kerbau-kerbau saya di kandang sudah tidak ada. Saya kira kerbau itu lepas dari kandang semalam, tau-tau salah satunya yakni induk kerbau yang sedang bunting ditemukan sudah meragang nyawa dekat tanah kosong dengan kondisi yang menyedihkan,” jelas Uwan.

Raibnya kerbau Syamsinar dari kandang, membuat heboh masyarakat setempat. Para tetangga bahu membahu mencoba mencari keberadaan kerbau, kalau-kalau kerbau tersebut lepas dari kandang dan masuk keperkarangan warga. Tapi tau-taunya kerbau miliknya sudah dicuri komplotan maling dengan ditemukannya salah satu induk kerbau yang sudah sekarat karena sudah dipotong oleh pencuri. “Diduga pencuri ini kesiangan, sehingga tidak sempat membawa curiannya karena takut diketahui warga,” jelas salah seorang warga setempat Malin.

Lokasi pemuan kerbau milik Syamsinar, berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya setelah menelusuri jejak kerbau yang melintasi persawahan. Syamsinar melihat salah seekor kerbaunya tengah meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan. Induk kerbau yang tengah bunting itu tertambat di sebatang kayu, dengan tubuh nyaris putus menjadi dua, namun kondisinya masih hidup. Menurut Syamsinar, kawanan pencuri kesiangan, sehingga tidak sempat membawa hasil curiannya berupa induk kerbau. Namun yang dua ekor sudah keburu hilang dan diduga dipotong juga tidak jauh dari lokasi penemuan induk kerbau, karena disana Syamsinar menemukan usus kerbau yang lain berserakan. Dua kerbau yang lain yang dibawa berhasil dibawa pencuri satunya jantan dan satunya betina. “Kami yakin yang dua itu yang dipotong terlebih dulu. Sementara yang satu ini mungkin karena sedang bunting merepotkan para kawanan pencuri ini ketika menyembelihnya,” jelas Syamsinar dengan mimik muka penuh kesedihan.

Usai melihat kondisi kerbaunya sedang meregang nyawa, berdasarkan saran dari Ketua pemuda Koto Baru, Yutiswandi, Syamsinar disarankan untuk menghubungi pihak Polsek Kubung agar turun ke lokasi kejadian. Akibab kejadian tersebut, kerugian korban ditaksir lebih dari Rp50 juta. Sementara induk kerbau yang ditinggal pencuri itu, setelah di dokumentasikan oleh pihak kepolisian lansung di potong dan dijual ke pedagang daging. “Ya dari pada mati sia-sia, lebih baik kami jual saja ke toke daging pak, setidaknya kami tidak rugi terlalu banyak,” tutur Syamsinar.

Masyarakat setempat menduga, aksi kawanan curnak diperkirakan berlangsung sekitar pukul 03.00 karena ada warga yang mendengar suara anjing ribut di luar. Namun warga mengaku tidak tidak menduga kalau saat itu ada maling yang beraksi di wilayah mereka. “Kami mmendengar ada suara anjing menyalak sekitar jam 03 pagi, tapi kami tidak menduga itu ada pencurian,” jelas Marni (62) warga sekitar.

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok AKBP Reh Ngenana Depari, melalui Kapolsek Kubung AKP Eva Julianti membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian ini. “Kami tengah mendalami kasus ini, untuk mengungkap siapa pelaku pencurian ternak ini,” kata Eva Julianti. Kapolsek berharap agar masyarakat yang memiliki ternak agar lebih meningkatkan kewaspadaan untuk kedepannya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. “Kalau bisa masyarakat kembali menggalakan siskamling karena kejadian ini sering terjadi di Kabupaten Solok,” terang Eva Julianti.

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Aurizal, SPd, meminta agar pihak kepolisian Polres Arosuka mengungkap kasus pencurian ternak yang sering terjadi di Kabupaten Solok. “Di Kubung ini sering sekali aksi pencurian terjadi, baik aksi curnak ataupun curanmor. Jadi kami berharap agar polisi bisa mengungkap siapa pelaku dibalik semua ini,” jelas Aurizal (Ujang Jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here