PN Payakumbuh Gelar Sidang Ditempat Kasus Gugatan Ganti Rugi Tanah

0
125

Payakumbuh, Dekadepos.com

Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh menggelar Sidang ditempat Kasus Gugatan Ke Walikota Payakumbuh terkait ganti rugi tanah masyarakat dalam Pembangunan Proyek Normalisasi menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bendungan Talawi di Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Ompang Tanah Sirah, Kenagarian Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.

Sidang ditempat dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS) tersebut digelar Jumat pagi 20 April 2018 sekitar pukul 09.55 Wib di pinggir Sungai Batang Lampasi Kecamatan Payakumbuh Utara. Neli Gusti Ade. SH memimpin sidang pertama sidang ditempat itu, selain Neli juga didampingi dua Hakim Anggota, yakni Agung Dermawan. SH dan Alexander Gema R.G, SH. Sementara dari Tim Jaksa Pengacara Negara yang mewakili tergugat Walikota Payakumbuh Hadir Salmadera. SH, Nelisastra wani, Yeni Firma Suryani, Safarman, Efiati Rosmaida, Selain itu juga hadir penggugat yang diwakili Kuasa Hukumnya, Khairus. SH dan Bakhtiar Arif Lubis. SH dari Kantor Advokat Khairus & Associates yang berkedudukan di Jalan Veteran Nomor 81 Padang.

Baca juga : http://www.dekadepos.com/sidang-lanjutan-gugatan-ke-pemko-payakumbuh-warga-ngaku-tak-pernah-hibahkan-tanah-ph-sebut-adanya-pembodohan/

Neli Gusti Ade. SH, yang merupakan hakim Ketua membuka sidang yang terbuka untuk umum tersebut. Namun baru berlangsung beberapa menit, Sidang yang juga dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muslim. ST itu tidak bisa dilanjutkan karena petugas/perwakilan BPN yang diharapkan melakukan pengukuran tidak hadir. Menurut rencana, Sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 3 Mei mendatang.

“ Iya tadi kita memang menggelar Sidang ditempat Kasus Gugatan Ganti Rugi Tanah Masyarakat dengan Agenda Pemeriksaan Setempat, namun karena dari BPN tidak hadir, pemeriksaan setempat belum bisa dilanjutkan. Menurut rencana sidang akan kembali kita gelar 3 Mei mendatang.”. sebut Humas PN Payakumbuh, Agung Dermawan. SH, Jumat sore 20 April 2018.

Sementara, Kuasa Hukum penggugat, Khairus. SH dan Bakhtiar Arif Lubis. SH mengatakan bahwa kehadiran BPN diharapkan datang untuk melakukan pengukuran saja sesuai dengan hukum beracara. Karena hakim ingin mendapatkan penjelasan dari yang ahli di bidang pengukuran tanah. Namun meski telah disurati oleh penggugat agar BPN bisa hadir, namun permohonan tersebut tidak pernah dibalas oleh BPN.

“ Kita sudah dua kali mengajukan Surat permintaan mohon kehadiran petugas BPN untuk menyaksikan sidang pemeriksaan setempat dan melakukan pengukuran atas tanah masyarakat yang yang digugat, namun dari BPN tak kunjung hadir.” Sebut Khairus. SH dan Bakhtiar Arif Lubis. SH. (Est)