Potensi Wakaf 1000 Payakumbuh Bisa Capai Rp 1,5 M

0
59

Payakumbuh, dekadepos.com –

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Payakumbuh H. Asra Faber, menilai bahwa potensi wakaf 1000 di Kota Payakumbuh bisa mencapai Rp 1.560.000.000 pertahun. Potensi yang besar ini bila dikelola dengan tepat dan benar dipastikan dapat menguatkan ekonomi umat di Kota Payakumbuh dimasa datang.

“Potensi wakaf 1000 ini besar sekali. Bila jumlah penduduk Payakumbuh 130.000 jiwa dikali 1000 maka perbulan bisa terkumpul Rp 130.000.000, dan pertahun mencapai Rp 1,5 miliar lebih. Ini harus dikelola dan diberdayakan untuk menopang perbaikan ekonomi umat di Payakumbuh,” sebut H. Asra Faber, optimis Payakumbuh akan menjadi barometer penerapan wakaf 1000 di Indonesia.

Disampaikan H.Asra Faber, Kota Payakumbuh bisa menjadi barometer penerapan gerakan wakaf 1000 di Sumatera Barat bahkan Nasional. Mengingat komitmen Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi begitu besar untuk memberdayakan potensi wakaf di Payakumbuh cukup besar. Bahkan, komitmen penerapan gerakan Payakumbuh berwakaf lansung ditindak lanjuti oleh masing-masing OPD, Lurah, Camat dan Sekolah se-Kota payakumbuh.

“Payakumbuh sudah memulai, dan potensi wakafnya sangat besar. Tentu kita yakin daerah lain di Sumbar bisa memulai gerakan berwakaf ini. Untuk Sumatera Barat, dengan jumlah penduduk mencapai 5 juta jiwa, jika gerakan wakaf 1000 dilaounching Gubernur bisa menghasilkan 5 miliar sebulan, dan setahun bisa mencapai 60 miliar. Potensi besar ini bila dikelola Badan Kawaf Indonesia Sumatera Barat, ekonomi umat di Sumbar akan lebih baik kedepan,” ucap H. Asra Faber menghitung-hitung potensi wakaf di Sumbar.

H.Asra Faber yang juga menjadi penggagas Badan Amil Zakat ini, juga yakin bahwa melalui potensi wakaf ini bisa dibangun Klinik Wakaf, Rumah Sakit, Penginapan Wakaf, Distributor Kebutuhan Harian, Wakaf Mart, dan usaha produktif lainnya yang dapat memberdayakan potensi wakaf untuk digunakan demi kepentingan ekonomi umat. Sehinga sebutnya, potensi wakaf ini bisa menyelamatkan umat dari hutang dan rentenir.

“Dengan potensi wakaf ini, kita bisa membangun usaha produktif yang menguntungkan kepada umat. Bisa biayai pedagang kecil agar terhindar dari rentenir, bisa bangun bank wakaf. Jika ini sudah digerakkan maka kita yakin ekonomi umat akan bangkit. Apalagi bila gerakan berwakaf ini dilakukan secara nasional, setahun bisa mencapai 2,7 triliun, umat akan bangkit,” sebutnya yakin.

Disampaikan Asra Faber, sekretariat daerah kota Payakumbuh sudah menyurati masing-masing OPD, Lurah, Camat, dan sekolah se-Payakumbuh menyampaikan dengan isi surat, kepala perangkat daerah di lingkungan pemerintah kota Payakumbuh mensosialisasikan dan mengkoordinir wakaf dari seluruh ASN pada OPD masing-masing.

Kemudian, kepala perangkat daerah menunjuk petugas pemungut wakaf pada OPD masing-masing dan mengirimkan nama dan kontak  person petugas tersebut kepada sekretariat daerah kota Payakumbuh Cq. Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh.

Setiap ASN mencantumkan jumlah wakaf yang dikumpulkan serta menandatangani blangko pengumpulan wakaf sebagai bentuk persetujuan dan kesediaan. Wakaf yang dikumpulkan berdasarkan prinsip keikhlasan atau tanpa paksaan dan diserahkan kepada BWI Kota Payakumbuh untuk dikelola sesui dengan syariat Islam.

Untuk mendukung gerakan berwakaf juga diharapkan kepada setiap siswa se-Kota Payakumbuh untuk menggiatkan gerakan berwakaf 1000 setiap bulannya dengan tetap mengedepankan keikhlasan atau tanpa paksaan. Wakaf dari kepala sekolah, guru dan siswa/i pada setiap sekolah yang ada di Payakumbuh dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Wakaf masing-masing OPD dikumpulkan kepada petugas yang ditunjuk paling lambat tanggal 9 dan akan dijemput lansung oleh petugas BWI kota Payakumbuh pada tanggal 10 setiap bulannya.

Terakhir, petugas pemungut wakaf membuat laporan dan rekapitulasi pengumpulan wakaf pada OPD masing-masing dan selanjutnya mengirimkan laporan dimaksud kepada sekretariat daerah kota Payakumbuh Cq. Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh paling lambat tanggal 12 setiap bulan. (est)