Proyek IPAL Senilai Milyaran Rupiah Dipertanyakan

0
43

Bukittinggi.Dekadepos.com..

Warga Kelurahan Belakang Balok,Kec.Aua Brugo Tigo Baleh (ABTB) Kota Bukittinggi mempertanyakan kelanjjutan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun pemerintah Pusat senilai Rp.1,2 Miliar pada tahun 2013 .Namun sampai sekarang tidak ada ujung pangkalnya.Sedangkan berbagai bangunan pisiknya sudah selesai dibangun.Ada apa dengan proyek bear ini ?

Seperti yang dikatakan Ketua RW 04 Belakang Balok,Syahril St Mangkuto kepada Dekadepos.com ,dimana pada tahun 2013 Kelurahan Belakang Balok,terutama warga RW 04 akan dibangunkan IPAL oleh pemerin tah Pusat.Dan IPALyang dibangun itu merupakan percontohan untuk Nasional.

Maka waktu iu,dimulailah pembangunannya berupa Bak Pengolah air limbah raksasa di Belakang kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Dan pembutaan Bak Pengumpul Lemak dimasing maing rumah warga.Dari 200 bak yang dibangun di warga,50 rumah diantaranya sudah dibangunkan.ujar Syahril

Setelah itu,tidak tahu lagi ujung pangkal proyek percontohan tersebut, ungkap Ketua RW 04 itu.Dan setelah diselidiki,ternyata pembangunan IPAL itu terkendala dengan pemasangan jaringan Pipa Distribusi.Karena lahan yang ak an dipakai sudah ada jaringan PDAM dan Telkom.Maka dengan persoalan itu, sampai sekarang sudah lebih 3 tahun yang namanya Proyek IPAL itu tidak ada lagi kabarnya,sedangkan bangunan pisik berupa pembangunan bak raksasa pe ngolah air limbah itu sudah dipenuhi air hujan,dan sekarang menjadi bangunan yang mubazir.Anggaran yang telah dihabiska mencapai Rp.1 Miliar lebih.Untuk itu,kami perlu mempertanya,ujar Syahril St Mangkuto.

Dari catatan yang dimiliki Dekadepos.com,pembangunan IPAL di Bela kang Balok merupakan mega proyek pada tahun 2013 yang berasal dari Peme rintah Pusat yang dilaksanakan oleh Satker PLP ( Penyehatan Lingkungan Pe mungkiman) Dinas Prasajaltaskim Propinsi Sumatera Barat dengan memamfaat kan APBN tahun 2013 sebesar lk Rp.1,2 Miliar.

Pembangunan IPAL di kota Bukittinggi berdasarkan Reward Pemerintah Pusat kepada Pemko Bukittinggi yang pada saat itu terpilih menjadi kota sani tasi.Sehingga pembangunan IPAL yang diekspos secara besar besaran waktu itu akan dijadikan proyek percontohan nasional.

Albertiusman (Saat itu Sekretaris Bappeda-red)ketika dikomfirmasi Dekadepos.com pada Rabu (8/2) malam,membenarkan adanya kendala dalam pembangunan IPAL Kelurahan Belakang Balok yang dibangun tahun 2013 itu. Pembangunan itu terkendala dengan pemasangan Pipa Distribusi dari jaringan Installasi rumah penduduk ke Bak Pengolah yang berada di Belakang kantor Di nas Pariwisata.Namun apa persoalan yang sebenanya,tentu dinas PU yang lebh tahu,ujar Albertiusman.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Bukittingi. Rahmat,AE ( Waktu itu sebagai Kabid perencanaan Dinas PU Bukittinggi-red) ketika dikomfirnasi Dekadepos.com,Jumat (10/2) membenarkan adanya kenda ladalam pembangunan IPAL di Belakang Balok.Kendala itu muncul setelah Bak Pengolah Limbah dan Bak Pengumpul lemak dimasing masing rumah warga se lesai.Ketika akan membangun Jaringan Instalasi Pipa Distribusi ,yang semula nya akan dibangun dipinggur jalan,namun terkendala dengan adanya jaringan PDAM dan Telkom.

Maka saat itu diputuskanlah untuk membangun Jaringan Pipa Distribusi induk itu di Median Badan jalan.Tetapi keputusan itu terkendala lagi dengan Izin pembongkaran Badan jalan dari Dinas PU Kota Bukittinggi.Dimana dalam surat Dinas PU yang ditandatangani Kadis PU waktu itu Ir.Eldi Efra.Salah satu poinnya menyebutkan,Dinas PU Bukittinggi meminta uang jaminan sebesar Rp.1,1 Miliar.ungkap Rahmat,AE.

“Karena uang jaminan yang diminta sama bearnya dengan anggaran pembangunan IPAL itu sendiri,sehingga pekerjaan IPAL Belakang Balok ditun da” , kata Rahmat AE.

Pada tanggal 1 Oktober 2014,Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Propinsi Sumatera Barat Ir.Suprapto melayangkan surat resmi kepada Walikota Bukittinggi.Surat dengan nomor.600/1870-Satker/PJTRP.2014 tentang Pembangunan IPAL Kota Bukittinggi itu menyebutkan,Menghentikan sementara pekerjaan IPAL Bukittinggi sampai adanya kejelasan lokasi penana man pipa yang baru dan data KK untuk sambungan rumah.sebut Rahmat AE.

Kemudian untuk kelanjuutan pembangunan IPAL itu,pihak Satker PSPLP bersedian melanjutkan pembangunan IPAL pada tahun 2017 atau tahun 2018 dengan persaratan.adanya,Pernyataan Pembebasan lahan dari masarakat mela lui sosialisasi terlebih dahulu . Pernyataan Minat dari Pemko Bukittinggi dan masarakat penerima mamfaat.

Selanjutnya adanya Surat Pencabutan Rekomendasi Dinas PU Bukittinggi yang memberatkan .Dan Surat Jaminan bahwa lanjutan pembanunan IPAL ka wasan Belakang Balok nantinnya tidakakan terhenti kembali.”Itulah beberapa persaratan yang diminta PU Propinsi kalau proyek IPAL ini dilanjutkan pada tahun ini ataupun tahun 2018 mendatang”,ujar Rahmat AE.

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias yang diberitahu adanya mega proyek yang terhenti di Kota Bukittinggi semenjak tahun 2013 yang lalu.pada Jumat kemaren.Juga merasa kaget adanya proyek yang terbengkalai.Namun untuk kelanjutannya.Walikota akan panggil pihak terkait untukk menanyakan persoalan pembangunan IPAL Belakang Balok tersebut.

“Saya akan tanyakan kepada Dinas PU tentang pembangunnan IPAL yang terkendala tersebut”,kata Walikota Ramlan Nurmatias singkat saja.( Aldo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here