Puluhan ABH Ikuti Pelatihan di LPKA Tanjung Pati

0
55

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Puluhan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II A Tanjung Pati, Kabupaten 50 Kota menggelar program Keterampilan Kemandirian sampai akhir Desember 2017 mendatang. Program yang dirangkai dalam 5 pelatihan dan pendidikan di bidang perikanan, perkebunan, pertanian dan kesenian ini diharapkan mampu memberikan skill kepada ABH dan bisa mandiri saat keluar dari LPKA.

Program yang dibuka dengan pelatihan pembuatan dan pengemasan pupuk kompos, Senin (20/2) kemarin langsung mendatangkan instruktur LSM khusus di bidang pertanian. Edukasi ini, diberikan kepada 29 ABH laki-laki di ruang khusus pendidikan LPKA. Fokus pihak LPKA membuat program ini setelah melihat kasus-kasus Warga Binaan LPKA yang mayoritas terjerat kasus hukum akibat persoalan keluarga (Broken Home).

2 3

Kepala LPKA Kelas II A Tanjung Pati, Agus Rahmatamin melalui Kasi Registrasi dan Klasifikasi, Agusman mengatakan rata-rata anak-anak yang dibina dalam LPKA ini merupakan korban Broken Home atau persoalan keluarga. Komplitnya persoalan ini membuat anak-anak lari dari rumah dan terjerumus di dunia kriminal.

“Jadi kami bina agar lepas dari LPKA ini mereka bisa mandiri dan tidak terlalu memikirkan persoalan keluarga. Mayoritas anak-anak yang terlibat kriminal dan berada di Lapas Anak ini adalah mereka yang lari dari rumah dan hidup di jalanan. Akhirnya terlibat narkoba, pencurian, penganiayaan dan pembunuhan,” kata Agusman, Senin (20/2).

Ia juga mengatakan dalam rangkaian program kemandirian ini, rata-rata satu pelatihan akan dilangsungkan selama dua bulan. kemudian berlanjut ke pelatihan selanjutnya sampai akhir tahun 2017 ini. pelatihan tersebut adalah pembuatan pupuk kompos, bercocok tanam dan berkebun, beternak lele, kreasi tangan berupa merajut, menjahit dan menggambar, serta kesenian berupa drama, menulis dan bermain alat musik.

“Kami latih mereka agar mandiri. Jikapun nantinya mereka tidak kembali ke dalam keluarganya, mereka sudah bisa hidup mandiri. Bekerja di tempat orang ataupun berwirausaha. Yang penting mereka memiliki pengetahuan dan skill agar punya income. Dengan ini mereka akan jauh dari lingkungan kriminal,” kata Agusman lagi.

Sebanyak 29 anak yang dibina dalam lapas khusus anak ini, 9 orang terlibat dalam kasus perlindungan anak, 8 orang terjerat kasus pencurian, 5 orang terlibat narkoba, 3 orang terlibat kejahatan ketertiban umum, 3 orang terlibat penganiayaan dan satu orang terlibat kasus pembunuhan. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here