Puluhan Pelajar Ikuti Edukasi Perlindungan Anak

0
31

Payakumbuh, Dekadepos.com

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Payakumbuh memberikan edukasi terkait perlindungan anak dari tindakan kekerasan dan diskriminasi kepada 73 orang siswa dan siswi SMP dan SMA Kota Payakumbuh. Kegiatan itu digelar Rabu 2 Mei 2018 di salah satu Restoran di Kawasan Koto Nan IV. Dalam kegiatan itu diberikan pemahaman kepada para pelajar untuk bisa memahami hak sebagai anak di bawah umur secara cerdas dan demokrasi. Pasalnya beberapa tahun terakhir, anak dibawah umur kerap menjadi sasaran kekerasan dan intimidasi dari orang dewasa.

Acara yang berupa pemaparan materi,  diskusi dan sharing pengalaman antara siswa dengan narasumber,  dibuka langsung oleh staf ahli Bidang Pemerintahan yakni Ir.  Syahril. Sedangkan narasumber terdiri dari Ketua BNN Kota Payakumbuh,  AKBP Firdaus ZN, Muharman SSTP dan Wanda Leksmana.

Falam kata sambutannya,  Syahril mengatakan acara edukasi ini salah satu bukti nyata Pemko Payakumbuh untuk mencerdaskan Mentalitas dan Pemikiran anak dibawah umur untuk bisa beradaptasi dalam kondisi dan situasi apapun.  Sehingga,  saat adanya inovasi dan perkembangan daya pikir masing-masing individu pelajar tersebut yang mendapatkan pertentangan dari orang dewasa,  pelajar bisa cerdas menyikapi dan mencari solusi. Hal ini jelas untuk memperjelas bagaimana mencari jalan bagi pelajar untuk bisa giat dan lebih maju.

“Kami pupuk watak dan karakter anak agar saat adanya pertentangan dengan orang dewasa.  Si anak bisa menyikapj dengan arif.  Alhasil bisa mencegah adanya upaya kekerasan dan diskriminasi terhadap anak,” kata Syahril.

Dikatakannya lagi,  pertemuan kali ini menggaet unsur pemerintah dan LSM yang peduli anak untuk bisa bekerja sama dan menaruh perhatian kepada pelajar maupun anak dibawah umur di Kota Payakumbuh.

Sementara itu Kepala Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh,  Syahnadel Khairi menuturkan hal yang terbaik bagi anak tidak lain memberikan contoh yang baik.  Jika terjadi unsur kekerasan dan intimidasi,  akan merusak mental mereka nantinya.  Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup mereka secara individu dan pengaruhnya nanti di kelompok masyarakat. Dengan adanya upaya memberikan edukasi kepada 73 pelajar,  diharapkan mereka bisa menjadi leader dan penyalur pengetahuan hak anak dalam demokrasi kepada pelajar lainnya.

“Semoga 73 pelajar yang kami berikan pengetahuan sekarang bisa menjadi leader dan penyalur kepada siswa lain.  Jika diterapkan secara maksimal,  akan muncul bibir muda yang kreatif,  inovatif dan cemerlang dari Payakumbuh,” katanya.

Jika hal ini bisa terlaksana dengan baik,   Kota Payakumbuh bisa mewujudkan Kota Layak Anak dan menjadi daerah percontohan bagaimana memupuk bibit potensial untuk nusa dan bangsa indonesia ini. (Est)