RABU 19 JULI 2017, WARGA STASIUN BUKITTINGGI HARUS HENGKANG

0
155

Bukittinggi.Dekadepos.com.

PT.Kereta Api Indonesia (PT.KAI) Divre II Sumatera Barat, sepertinya harus bekerja sesuai skidul yang telah ditetapkan, sehingga apa yang menjadi harapan warga penyewa lahan stasiun Bukittinggi akan adanya penundaan penertiban oleh PT.KAI yang disampaikan melalui DPRD Kota Bukittinggi terasa tidak terkabulkan.

Itu terbukti dengan telah diberikannya Surat Peringatan 3 (SP3) oleh PT.KAI kepada warga Stasiun,Kamis (13/7) kemaren.PT.KAI tidak saja menyerah kan SP3 kepada warga Stasiun, tetapi juga mengirim surat kebeberapa Instansi terkait sesuai fungsinya,seperti ke Polres Bukittinggi,Kodim 0304 Agam,Satpol PP,terkait dengan bantuan penambahan personil dalam rangka penertiban dan pembongkaran yang akan dilakukan, Rabu (19/7) mendatang.

Kemudian,juga ke Kelurahan Aua Tajungkang Tengah Sawah sebagai Pemberitahuan,Kepada PDAM dan PT.PLN untuk minta pemutusan aliran air bersih dan Listrik.Setidaknya ada sekitar 13 tujuan surat yang dikiriman PT.KAI dalam rangka penertiban dan pembongkaran yan akan dilakukan pihak PT.KAI.

Informasi yang diperoleh Dekadepos.com  menyebutkan, diserahkannya SP3 pada Kamis, (13/7) pihak PT.KAI memberikan tenggang waktu atau kesempatan  kepada warga Stasiun penyewa Tanah PT.KAI untuk dapat membongkar bangunannya secara kesadaran sendiri.Apabila sampai Rabu (19/7) tidak ada juga yang membongkar,tentunya piha PT.KAI akan membongkar paksa,ujar sumber Dekadepos.com

Lurah Aua Tajungkang Tengah Sawah,Herman yang dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah menerima surat pemberitahuan pembongkaran bangunan milik warga penyewa tanah PT.KAI yang berada di Stasiun Bukittinggi.”Kita sudah terima surat pemberitahuan pembongkaran yang akan dilaksanakan PT.KAI pada Rabu (19/7) mendatang,” kata Herman.

Bahkan menurut yang mengantar Surat PT.KAI ke kantor Lurah,bagi wa ga yang membongkar bangunannya secara kesadaran sendiri akan diberi uang pembongkaran yang nilainya disesuaikan dengan luas bangunanya,ujar Herman.

Begitu juga Direktur PDAM Bukittinggi,Murdi Tahmam yang dikonfirmasi Dekadepos,com juga membenarkan,kalau pihaknya telah menerima surat dari PT.KAI untuk pemutusan aliran air bersih ke rumah warga penyewa tanah PT.KAI yang ada di stasiun.Namun kita tidak bisa memutuskannya sekarang, Dan akan kita putuskan bersamaan dengan  pelaksanaan pembongkaran,ujar Murdi Tahmam.

Sementara itu,Ketua Organisasi Pemakai Aset Kereta Api Indonesia (OPAKAI) Bukittinggi,Kumar Z Chan yang dikomfirmasi Dekadepos,com mengakui warganya sudah menerima SP3, namun tidak semua warga yang menerima SP3,ungkap Kumar.

Terkait dengan SP3 Ini,Kumar Z Chan juga berharap PT.KAI untuk tidak melecehkan Surat DPRD Bukittinggi yang dikirimkankan secara resmi itu,kata Kumar.Kemudian dalam penertiban yang akan dilakukan,hendaknya juga dipa kai azas musawarah mupakat, sambungnya.

Dikatakannya,“Masarakat bukanlah penghalang pembangunan,namun masarakat membutuhkan tranparansi .Kalau sudah Trasparan apa yang akan dikerjakan,maka dapat memunculkan kepercayaan masarakat.Apalagi partisipa si masarakat sangat dibutuhkan dalam setiap pembangunan ,kata kumar Z Chan singkat saja.( Aldo/edis )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here