Ramadhan, Ini Yang Dilakukan Warga LPKA Tanjung Pati

0
352

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com

Mengisi Ramadahan tahun 2017 ini, berbagai kegiatan keagamaan terus dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak /LPKA Tanjung Pati (Dulu Lapas Perempuan dan Anak. Red), selain untuk mengisi dan menambah amalan selama Ramadahan, berbagai kegiatan selama Ramadahan itu juga diharapkan dapat menjadi moment bagi warga binaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan, sehingga setelah mereka bebas nanti, dapat kembali ke tengah-tengah  masyarakat dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, diantarannya, Tadarus Al-Quran, Sholat berjamaah belajar Ngaji, Belajar Iqro, Zikir termasuk Sholat Isya dan Taraweh berjamaah yang digelar di Mesjid An-Nur LPKA setempat. Selain di dalam Mesjid, warga binaan lainnya juga banyak yang belajar dan membawa Al-Quran didalam Kamar di Blok mereka masing-masing.

Mendukung berbagai kegiatan keagamaan tersebut, selain didampingi oleh petugas LPKA, sejumlah ustad juga didatangkan untuk mengisi ceramah pada malam Ramadhan. Kepala LPKA, Agus Rahmatamin didampingi Kasi Pembinaan, Masri, Kasi PPD, Darisman serta Agusman Kasi Registrasi dan Klasifikasi, jumat siang (9/6) mengatakan bahwa kegiatn tersebut diharapkan dapat menambah ilmu agama warga LPKA, selain itu juga dapat lebih meningkatkan keimanan mereka kepada Allah, sehingga saat mereka bebas dari LPKA nanti dapat berbaur dengan masyarakat.

“ Mengisi Ramadahan tahun ini, di LPKA kita lakukan sejumlah kegiatan keagamaan bagi warga disini. Mudah-mudahan dengan kegiatan tersebut mereka dapat lebih menambah ilmu agama. Selain ilmu agama, dihari diluar Ramadhan, mereka juga kita bekali dengan ilmu/pengetahuan umum serta keterampilan”. Sebutnya.

Agusrahmatamin juga menambahkan, kegiatan keagamaan siang hari difokuskan di dalam Mesjid. Kedepan ia berharap ada kepedulian pihak-pihak tertentu untuk membantu bahan-bahan bacaan keagamaan, termasuk bantuan bahan bacaan umum. Saat ini menurutnya, di LPKA satu-satunya di Sumatera Barat itu dihuni sekitar 30 orang anak-anak serta 84 orang perempuan. Dari ratusan orang tersebut, didominasi oleh mereka yang berasal dari luar Luhak Limopuluah. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here