Ramlan: Anggaran APBD Rp. 4,2 M untuk dana Hibah Masjid dan Mushalla

0
125
Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias tengah memberikan penje lasan tentang pencairan dana hibah Masjid dan Mushala pada pertemuan deng an pengurus Masjid dan Mushalla penerima Hibah tahun 2017 di Rumah Dinas walikota pada Rabu (6/9) malam kemaren

Bukittinggi.Dekadepos.

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias melakukan pertemuan dengan pengurus Masjid dan Mushalla se-Kota Bukittinggi berkenaan dengan pemberian bantuan dana hibah kepada sejumlah Masjid dan Mushalla disaat kunjungan Tim Ramadhan beberapa bulan yang lalu.Pertemuan yang penuh kekeluarga an itu  bertempat di rumah dinas Walikota Belakang Balok,  Rabu malam (6/9).

 

Pertemuan itu dilaksanakan berawal dari temuan Walikota di lapangan ketika melakukan pemantauan Penyembelihan hewan Qurban ke beberapa Masjid dan Mushalla.Pada kunjungan itu,para pengurus Masjid dan Mushalla banyak yang mengeluhkan bantuan hibah untuk Masjid dan Mushalla  sampai saat ini masih belum bisa direalisasikan .Hal itu disebabkan ketidak tahuan untuk melakukan proses adminsitrasi pencairannya,dan harus mempunyai Renca na Anggaran Biaya (RAB) yang jelas dan harus di verifikasi oleh Dinas Pekerjaa Umum (Dinas PU),sehingga ada diantara pengurus Masjid dan Mushalla merasa dipersulit.

Untuk tahun ini Pemerintah Kota Bukittinggi telah menganggarkan anggaran APBD sebesar Rp. 4,2 M untuk dana HIbah Masjid dan Mushalla, tetapi sampai saat ini bulan September masih ada yang belum mempunyai RAB untuk penggunaan anggarannya. Untuk itu kita sudah perintahkan Dinas Pekerjaan Umum melakukan pendampingan dengan konsultan terhadap Pengurus Masjid dan Mushalla berkenaan dengan pembuatan RAB tersebut dan didapat kesepa katan bahwa tanggal 15 September 2017 semua Masjid dan Mushalla sudah selesai dan sudah di verifikasi Dinas Pekerjaan Umum, tutur Walikota Ramlan Nurmatias.

 

“Lurah diharuskan untuk melakukan pendampingan kepada pengurus Masjid dan Mushalla di wilayahnya masing-masing, karena masih banyak peng urus yang tidak mengerti dengan administrasinya. Pemerintah tidak punya niat untuk memperlambat proses atau mempersulit masyarakat dalam pencairan dana hibah tersebut, bagi kita yang penting adalah administrasinya benar sesu ai dengan aturan yang ada agar pengurus nantinya tdak terkena masalah deng an hukum, karena bantuan hibah harus dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ramlan Nurmatias.

 

Dikatakan,kelengkapan yang harus dipenuhi oleh Pengurus masjid dan Mushalla penerima hibah diantaranya adalah SK Pengurus Masjid atau Musha lla, Proposal Hibah, Foto copy KTP Pengurus dan Foto copy Rekening Pengurus, karena pencairan anggaran nantinya melalui Bank,Ujar Walikota.

 

Untuk itu,diingatkan kepada penerima hibah, agar membelanjakan dana hibah sesuai dengan peruntukannya yang ada diproposal seperti untuk membu at WC tidak boleh digunakan untuk pembuatan khubah, hal ini menyalahi atur an karena tidak sesuai dengan peruntukannya, jadi uang harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan proposal, dan tidak perlu takut sepanjang sesuai deng an ketentuan,Tambah walikota Ramlan Nurmatias.

 

Plt.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dedi Syahrizal pada kesempatan itu  mengatakan akan siap membantu bersama stafnya apabila pengurus Masjid dan Mushalla mengalami kesulitan dalam pembuatan RAB yang dibutuhkan.

 

“silahkan Bapak –  bapak datang ke kantor Dinas Pekerjaan Umum atau ke Dinas Pemukiman dan Perumahan karena kami berada pada satu Gedung, dan kita akan siap untuk membantu kesulitan dari Bapak – bapak semua, untuk kelancaran proses dana hibah tersebut,” ujar Dedi.

 

Ketika Walikota membuka ruang tanya jawab, terlihat antusias peserta pertemuan untuk bertanya dan mereka merasa mendapatkan jawaban untuk pemecahan permasalahan yang menjadi kendala selama ini.

 

Dalam pertemuan itu juga terlihat hadir,Terlihat hadir Sekrearis Daerah Kota Bukittinggi H.Yuen Karnova, Asisten I,Noverdi,Asisten II,H.Ismail Djohar, Asisten III,H.Zet Buyung, Plt Kadis PU-PR,Dedi Syahrizal, Kadis.Perkim,Nofrianto .CH ,Inspektur,Amri Kabag Kesra, Camat dan Lurah se-Kota Bukittinggi.(Edis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here