RAMLAN: SEJAK PEMINDAHAN KEWENANGAN SMA KE PROPINSI MENIBULKAN MASALAH

0
146

Bukittinggi,dekadepos.com

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias mengakui semenjak dialihkannya Kewenangna pengelolaan SMA dan SMK ke Pemerinah Propinsi telah memunculkan berbagai masalah tidak saja di Bukitinggi,namun juga di kabulaten Kota lainnya.

Berdasarkan data, tamatan SLTP Kota Jam Gadang ini berjumlah 2800 orang lebih, yang dapat ditampung oleh SMA dan SMK Negeri baru sebanyak 1600 orang. Jadi, sekitar 1200 siswa belum dapat diterima pada SMA Negeri di Kota Sanjai ini.ungkap Walikota Ramlan Nurmatias kemaren.

Untuk mengatasi masalah membludaknya siswa yang belum dapat tempat di SMA Negeri pihaknya telah menulis surat kepada Gubuernur agar dapat membuka kelas jauh. Misalnya, SMAN 2 kelas jauhnya berada di Tarok. SMAN 3 juga dapat membuka kelas jauh di daerah Tigo Baleh.

Masalah kekurangan guru, sambung Walikota pilihan rakyat itu dapat memanfaatkan guru dari daerah lain seperti dari Agam yang masih kekurangan jam mengajar untuk keperluan sertifikasi. Begitu juga soal mobiler, dapat dibi carakan dengan orangtua murid dengan menghadirkan pihak kejaksaan dan kepolisian menghindari pungutan liar (pungli).Bahkan kata Walikota, bangku yang dibeli oleh orangtua siswa itu bila mereka tamat dari sekolah tersebut boleh dibawa kembali.

Menyangkut dengan SMAN 5 Bukittinggi yang digembok warga.Menurut Walikota,Hal itu terjadi karena masih ada anak-anak Bukittinggi terutama yang tinggal di lokasi sekolah tersebut belum dapat diterima. Penyebab utama, ba nyaknya siswa SLTP tidak dapat tertampung pada SMA Negeri karena peme rintah melalui Kemendikbud membatasi jumlah rombongan belajar pada satu sekolah. Tidak itu saja, kata Ramlan Nurmatias, jumlah siswa per lokal juga di batasi hanya boleh 36 siswa. Ditambah lagi, siswa Bukittinggi kurang berminat masuk SMK, mereka memilih masuk SMA.sambungnya.

Namun dengan aksi Penggembokan itu,Pemprop Sumatera Barat melalui Dinas pendidikan Propinsi dapat mencarikan solusinya,sehingga persoalan pen didikan ini dapat teratasi secara cepat,harap Walikota Ramlan Nurmatias.

Sedangkan Rismaidi Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bukittinggi mengha rapkan kepada Gubernur Sumatera Barat untuk secepatnya menyikapi dengan bijak masalah tidak tertampungnya anak anak Bukittinggi masuk SMA dan SMK dengan memperhatikan kearifan lokal,walaupun kewenangan sudah beralih ke Propinsi,ujar Rismaidi.

Sementara itu,Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat Ismunandi Sofyan dari fraksi Gerindra mendapat kabar adanya penggembokan SMAN 5 Bukitting gi langung menelpon kepala Dinas pendidkan Propinsi Sumatera Barat.

“Saya sudah telpon kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat, dan beliau berjanji untuk mencarikan solusi secepatnya agar anak anak usia Wajar 12 tahun itu dapat bersekolah.Dan hari ini Kadis Pendidikan Propinsi ju ga diminta mengundang seluruh Kepala SMA dan SMK se kota Bukittinggi un tuk mencarikan solusinya”,ujar Ismunandi Sofyan kepada Dekadepos , Senin kemaren.

Setelah pertemuan Jajaran Dinas pendidikan Sumbar dengan para Kepa la SMA dan SMK se Kota Bukittinggi,maka kita dari DPRD Sumatera Barat akan meminta hasilnya kepada Kadis pendidikan Sumatera Barat yang direncanakan besok (hari ini-red),tambah Ismunandi Sofyan Prihatin.( Edis/Aldo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here