Ratusan Kendaraan Pribadi, Umum dan Truk Terjebak di Tanjung Balik

0
20

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Meskipun sudah dinformasikan oleh pihak terkait bahwa, jalan negara Sumbar-Riau, tepatnya di Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, masih terputus akibat pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi Jum’at (3/3).

Namun, sangat disayangkan ratusan kendaraan pribadi, umum dan truk dari berbagai daerah di Sumbar, masih memaksakan diri untuk menempuh jalan yang terputus akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Menurut laporan Pemimpinan Redaksi www.dekadepos.com, Edwar Chaniago, yang turun langsung memantau kondisi pasca bencana yang melanda Kecamatan Pangkalan mengatakan, ratusan kendaraan pribadi dan umum terjebak di jalan Tanjung Balik.

“ Ratusan kendaraan pribadi dan umum dari Sumbar menuju Riau, mengular puluhan kilo meter karena terjebak jalan longsor Tanjung Balik,” ujarnya melalui telepon genggam, Senin sore (6/3).

Menurut Edwar Chaniago, terjebaknya ratusan kendaraan pribadi, umum dan truk di Tanjung Balik, Pangkalan ini, diduga karena para pengendara terlalu memaksakan diri untuk menempuh jalan negara menuju Riau itu.

Padahal, ulas Edwar Chaniago, pihak pemerintah Kota Payakumbuh melalui Polres Payakumbuh dan Polres Limapuluh Kota, termasuk Pemkab Limapuluh Kota melalui Bupati Irfendi Arbi sudah memberikan himbauan kepada masyarakat, agar tidak menempuh jalan negara Payakumbuh-untuk menuju Riau, karena jalan yang menghubungan Payakumbuh-Riau tepatnya di Tanjung Balik, Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota terputus akibat bencana banjir.

Namun, sayangnya, para pengendara yang ingin berpergian ke daerah Riau itu, justru bukan menempuh jalan alternatif  Kiliran Jao,  malah tetap memaksakan diri, akibatnya harus menanggung resiko harus terjebak di Tanjung Balik.

“ Menurut hemat saya, pekerjaan perbaikan jalanTanjung Balik yang putus itu, mungkin akan rampung 3 atau 4 hari ini. Saya tidak bisa membayangkan, apabila para pengendara itu masih berusaha untuk bertahan disana menunggu perbaikan jalan itu rampung, tentu mereka akan kesulitan untuk mendapatan pasokan makanan dan minum. Kalaupun ada pedagang asongan yang memanfaatklan kondisi sulit itu untuk berjualan, harganya pasti melambung tinggi dari harga biasa,” sebut Edwar Chaniago didampingi ‘tandem’nya Mardikola. (esa tegar)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here