Ratusan Warga Andaleh Tolak Pengambilan Air Batang Tabik

0
87
Ratusan Warga Andaleh Tolak Pengambilan Air Batang Tabik
Ratusan Warga Andaleh Tolak Pengambilan Air Batang Tabik

Limapuluh Kota,DekadeposRatusan warga di Kenagarian Andaleh Kecamatan Luhak Kabupaten Lima Puluh Kota mendatangi Kantor Walinagari setempat untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap penolakan pengambilan air di sumber air Batanga Tabit yang nantinya akan dialirkan untuk keperluan masyarakat Payakumbuh. Aksi penolakan ratusan masyarakat yang berasal dari petani padi, peternak ikan tersebut digelar pada Selasa siang (18/10) sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi damai ratusan kaum kecil tersebut disambut oleh sejumlah perangkat Nagari, diantarannya Wali Nagari, Sekretaris Nagari dan sejumlah unsur lainnya. Dalam orasinya, mereka dengan tegas menolak pengambilan air dalam jumlah besar yang akan dilakukan oleh PDAM Payakumbuh. Mereka juga menyebutkan, dampak dari pengambilan air dalam jumlah besar itu akan berdampak pada irigasi pertanian dan periklanan didaerah mereka.

“ Memang betul tadi ada seratusan warga yang mendatangi Kanto Walinagari untuk menyampaikan aspirasi agar rencana pengambilan debit air di Batang Tabit oleh PDAM Payakumbuh untuk dihentikan. Sebab menurut warga, hal tersebut akan berdampak buruk terhadap usaha pertanian dan peternakan didaerah Andaleh”. Sebut Harmen Sastra, Wali Nagari Andaleh, Senin sore (18/10)

Menurut Harmen yang menirukan keinginan warga, pada tahun 2004 lalu telah ada perjanjian/kesepakatan antara tiga nagari (Andaleh, Mungo serta Sungai Kamuyang) yang salah satu isinya berbunyi bahwa akan memanfaatkan sumber air di Batang Tabit untuk kepentingan bersama. Masyarakat juga meminta kepada Walinagari Sungai Kamuyang untuk menjaga perjanjian/kesepakatan tersebut untuk kemaslahatan di tiga nagari

Senada dengan itu, Azrul Azi Dt. Karongkong pengusaha rumah makan terkenal Wonuru yang berada di Simpang Andaleh juga membenarkan adanya perjanjian itu. “ Memang dahulu ada perjanjian tersebut, dan kita berharap agar hal tersebut tidak dilanggar. Kita juga berharap Bupati untuk cepat tanggap terkait masalah ini. Jangan sampai masyarakat di Lima Puluh Kota sebagai tempat letak sumber air menjadi terganggu.

Ternyata ketakutan masyarakat Kenagarian Andaleh bukan tidak beralasan, dari Pantauan di Batas Kota Payakumbuh di Jalan Raya Payakumbuh-Lintau memang terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan penggalian untuk penggantian pipa dengan ukuran yang lebih besar. (Esha Tegar Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here