Razia Balapan Liar di Payakumbuh, Dari Main Kucing-kucingan Hingga ” Kabur” Lupa Kalau Motor Tertinggal

0
841

Payakumbuh, Dekadepos.com

Untuk kesekian kalinya, Tim Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Tim 7 melakukan Razia Penyakit Masyarakat dan Balapan Liar di Kota Perlintasan Sumbar-Riau tersebut. Razia yang digelar untuk menindaklanjuti laporan dari  masyarakat dan Anggota DPRD Payakumbuh dilakukan Sabtu 17 Maret 2018 sekitar pukul 23.00 Wib. Usai  mengelar apel di Markas SatPol-PP di Kantor Balaikota Baru di Eks. Lapangan Bola Kapten Tantawi Kelurahan Bunian Kecamatan Payakumbuh Barat, Tim yang terdiri dari TNI, Polri, Pom serta Satpol-PP bergerak ke arah Rumah Dinas Ketua DPRD Payakumbuh, didepan rumah Dinas yang berbentuk taman tersebut, Tim 7 yang dipimpin Ketua Harian, Devitra serta didampingi Pasi Intel Kodim 0306/50 Kota, Kapt. Kusmianto mengamankan tiga orang pria yang diduga meminum miras jenis tuak, ketiganya dan tiga bungkus miras jenis tuak lantas digiring ke Mobil Patroli Tim 7.

Dari depan Rumah Dinas Ketua DPRD tersebut, Tim bergerak ke Jalan Lingkar Utara, disepanjang Jalan tersebut Tim menyisir ABG/remaja yang akan menggelar Balapan liar, namun hingga simpang empat Tanjuang Anau (RM Talua Ikan) tidak satupun ABG/remaja yang menggelar balapan liar ditemukan. Dari kawasan Simpang Empat itu, tim bergerak lagi ke Batas Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh di Tanjuang Anau Kecamatan Payakumbuh Utara, namun tak satupun ditemukan adanya aksi balapan liar.

Razia dilanjutkan di sepanjang Jalan Soerkarno-Hatta Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat, disepanjang jalan utama tersebut, puluhan ABG yang mengetahui kedatangan tim segera melarikan diri kesejumlah gang-gang kecil ataupun memacu kendaraannya menjauh, sempat beberapa menit mengawasi para ABG/remaja yang akan melakukan balapan liar, namun tak berselang lama, mereka kembali berkumpul dan diduga akan menggelar balapan.

“ Mereka seakan-akan seperti main kucing-kucingan dengan kita, saat kita datang, mereka pergi, namun setelah kita pergi, mereka kembali berkumpul dan diduga bakal menggelar balapan liar. Namun upaya penertiban akan terus kita lakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.”. sebut Devitra serta didampingi Pasi Intel Kodim 0306/50 Kota, Kapt. Kusmianto, Minggu 18 Maret 2018.

Dari pantauan dilapangan disepanjang jalan Soekarno-Hatta saat razia Balapan Liar tersebut, puluhan ABG/remaja dengan berbagai jenis kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi dengan kelengkapan kendaraan (Kaca Spion, Knalot tidak standar dll) memenuhi sejumlah titik, mereka berasal dari berbagai tempat di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh.

Ada sejumlah hal menarik dan menggelitik yang terjadi saat Tim 7 mendatangi ABG/remaja yang berkumpul tersebut, mereka langsung melarikan diri saat mobil patroli mendekat, karena takut dan kaget dengan kedatangan petugas, tak jarang mereka lupa membawa motor, sebab mereka langsung menumpang/naik sepeda motor rekan mereka yang akan melarikan diri. Mereka baru sadar sepeda motor tertinggal setelah beberapa menit kemudian.

“ Iya, puluhan ABG dari berbagai tempat itu memang sering menggelar balapan liar. Saat petugas datang mereka bubar, namun tak berselang lama mereka kembali datang. Mereka seperti main kucing-kucingan dengan petugas.”. sebut Zul Punk, salah seorang warga Koto Nan IV.

Selain itu di Simpang By Pass Ngalau Indah, tiga orang Anak Baru Gede (ABG) dimana satu orang diantarannya adalah perempuan dijaring petugas. Kepada petugas/Tim 7 ABG tersebut mengaku bahwa sepeda motor mereka rusak, namun setelah sepeda motor dicoba dihidupkan langsung menyala. Karena telah larut malam dan dicurigai bakal melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, ketiganya dibawa ke Mobil Patroli.

Selain melakukan Razia disepanjang Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan lingkar, Tim 7 juga mendatangi Hotel Kelas Melati Wisma Sari di Simpang Benteng, namun di penginapan dua lantai tersebut tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Payakumbuh, YB. Dt. Permata Alam meminta Tim 7 untuk terus meningkatkan Razia Penyakit Masyarakat, termasuk razia balapan liar. “ Razia pekat, baik Tuak kita harapkan bisa lebih ditingkatkan, sebab banyak generasi muda kita yang terpengaruh dengan miras jenis tuak yang dicampur minuman suplemen itu. Minuman tersebut tentu bisa menjadi salah satu pintu masuk dalam penyalah-gunaan Narkoba. Selain itu, Razia Balapan liar juga kita harapkan bisa terus dilakukan, sebab banyak masyarakat yang mengaku resah dengan adanya balapan liar di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.”. sebut Politisi Golkar itu. (Est)