Razia Tim 7, Diwarung Non Muslim Ditemukan Warga Muslim Sedang Santap Lahap

0
81

Payakumbuh, Dekadepos.com

Tim Gabungan Penegak Peraturan Daerah yang tergabung dalam Tim 7, kembali melakukan Razia kesejumlah tempat. Razia yang dipimpin langsung Kasatpol-PP Payakumbuh, Devitra, menargetkan sejumlah Warung Kelambu / Warkel (Kedai Nasi/kopi yang berjualan siang hari.red). Meskipun di pintu masuk sebuah warung milik seorang warga keturunan sudah ada tulisan dengan huruf kapital warung untuk non muslim. Namun, tulisan warung ‘non muslim’ tersebut tidak menjadi halangan bagi warga muslim untuk masuk ke dalam warung tersebut untuk santap siang. Buktinya, ketika tim 7 penegak Peraturan Daerah (Perda) turun melakukan razia ke warung kelambu (warkel) yang buka siang hari pada bulan puasa di sejumlah warung di Kota Payakumbuh, Senin (5/6), menemukan banyak non muslim sedang lahap santap siang di warung itu. Awal turun, Tim Gabungan TNI/Polri dan Satpol-PP itu melakukan razia kesejumlah warung kelambu yang ada di pasar Ibuah.

Usai melakukan razia di pasar Ibuah dan tim 7 menemukan ada pelanggaran terkait surat edaran Walikota Payakumbuh tentang tidak membuka kedai/warung selama bulan Ramadhan pada siang hari itu, tim melanjutkan razia ke kawasan kampung China, jalan Ahmad Yani, Terminal Labuah Baru dan terminal Koto Nan Ampek, menemukan sejumlah warkel buka siang hari.

Sebagai sanksi tegas terhadap pemilik warung kelambu yang telah melanggar surat edaran Walikota Payakumbuh tentang tidak membuka kedai/warung selama bulan Ramadhan pada siang hari itu, tim 7 menyita makanan dan sejumlah wadah tempat makan seperti piring dan gelas milik rumah makan tersebut dan memberikan surat panggilan kepada pemilik warung.

Sedangkan masyarakat muslim dan bahkan ada yang pegawai negeri sipil yang tertangkap tangan oleh tim 7 sedang makan siang di warung tersebut diambil Kartu Tanda Penduduk (KTP)nya untuk di data. “ Sebagian besar pemilik warung kelambu yang terkena razia tersebut kepada tim 7 berjanji tidak akan membuka lagi warung kelambu -sela kegiatan razia.

Sementara Kasatpol-PP Payakumbuh, mengatakan bahwa sebelum dilakukan Razia, pihaknya/Pemko Payakumbuh telah memberitahukan/mengeluarkan edaran warga tidak berjualan di siang hari selama Ramadahan, namun sayang hal tersebut tidak digubris. “ Sebelum kita melakukan Razia warkel ini, telah dikeluarkan edaran/pemberitahuan. Namun hal tersebut tidak diindahkan. Sehingga saat razia tadi, kita menyita sejumlah barang, diantaranya makanan/minuman serta gelas dan piring”. Sebut Devitra didampingi Kasi Penengakkan Peraturan Daerah, Erizon.

Erizon juga menghimbau kedepannya agar warga tidak lagi berjualan makanan dan minuman di siang hari, sehingga bisa saling menghormati Umat Islam yang tengah menjalani Ibadah Puasa. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here