Rekontruksi Kasus Pelecehan Seksual Pelayan Kafe, 7 Oknum TNI Dihadirkan

0
13

Payakumbuh. Dekadepo.com

7 pria berambut cepak, kemudian diketahui adalah oknum TNI AD disalah satu kesatuan di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat malam ( 20/1) datang menikmati gemerlap dunia malam di kafe Cinta Fitri yang berada di Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Di kafe milik wanita bernama Mimi itu, ketujuh pria tersebut meminta untuk dilayani oleh seorang pelayan bernama R (18) warga Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Awalnya, R sempat menolak untuk menemani ke tujuh pria tersebut dengan alasan sedang menemani tamu. Namun, ketujuh oknum TNI yang telah memesan room 3 untuk berkaraoke tetap ngotot dan memaksa agar wanita R menemani mereka untuk bernyanyi ria. Malam naas itu, sebelum akhirnya, R menjadi korban pelecehan seksual dari salah seorang oknum TNI tersebut, wanita itu dipaksa menenggak minuman keras hingga akhirnya sempoyongan dan mabuk.
1

2

3

Ketika setengah tak sadarkan diri itulah oknum TNI, Pratu H, yang telah ditetapkan sebagai terduga tersangka oleh Denpom1/4 Padang, melakukan pelecehan seksual dengan cara memasukan jarinya ke dalam kemaluan korban hingga mengalami pendarahan. Melihat kondisi R mengeluarkan darah dari kemaluannya, Pratu H panik, lalu berusaha melarikan wanita itu ke rumah sakit dr. Adnan WD Payakumbuh untuk mendapatkan perawatan medis.

Rangkaian kejahatan pelecehan seksual yang dilakukan ke tujuh oknum TNI itu, tergambar dalam reka ulang atau rekontruksi kejadian yang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kafe Cinta Fitri di Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (6/2). Rekontruksi yang berlangsung dalam sejak pagi sekitar pukul 10.00 sampai pukul 1.00 siang itu, selain disaksikan ratusan pasang mata masyarakat , juga selama berlangsungnya rekontruksi dikawal ketat oleh petugas Dandempom 1/4 Padang dan dibantu aparat Kodim 0306/50 Kota, anggota Polres Payakumbuh. Hadir langsung dalam reka ulang itu Komandan Denpom I/4 Padang, Letkol CPM Didik Hariadi, Letkol Laut Vinor, Kepala Penyidik Capten CPM Ali Yohanes didampingi Serma CPM Bismet. Ikut hadir hadari Mahmamah Meliter Padang, Mayor CHK Endra Mulyadi dan pemilik kafe Cinta Fitri, Mimi.

Sedangkan wanita R yang juga hadir bersama ibunya dalam reka ulang kasus pelecehan seksual itu hanya hadir sebagai saksi didampingi Nurani Perempuan Women’s Crisis Center Yefri Heriani. Sedangkan peranann sebagai korban atas kasus pelecehan seksual tersebut diperankan orang lain. Sayangnya, secara utuh adegan demi adengan yang diperankan ke tujuh oknum TNI yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual itu tidak bisa diamati. Pasalnya, reka ulang kasus tersebut berlangsung tertutup di dalam room 3 tempat terjadinya peristiwa.

Komandan Denpom I/4 Padang, Letkol CPM Didik Hariadi, usai rekontruksi itu digelar kepada awak media mengatakan bahwa, tercatat sebanyak 47 adegan dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan ke tujuh oknum TNI itu. “ Sebagai tindak lanjut atas kasus pelecehan seksual yang melibatkan ke tujuh oknum TNI itu, dalam waktu dekat berkas perkaranya akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer Padang untuk diadili,” pungkas Letkol CPM Didik Hariadi sembari mengucapkan terima kasih kepada masyarakat setempat yang telah melaporkan kasus itu termasuk menyaksikan langsung adengan reka ulang yang tidak ada ditutup-tupi itu.

Seorang tokoh masyarakat Kelurahan Talang, Nasri Dt. Rajo Suaro didampingi Lurah Talang, Gusmardi, menyampaikan ucapan terima kasinya kepada Denpom1/4 Padang yang telah mengusut kasus pelecehan seksual kepada korban warga sipil itu secara transparan. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here