Ribuan Anak Korban Banjir Butuh Peralatan Sekolah

0
200

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Ribuan anak-anak korban banjir dan longsor usia sekolah di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, kini butuh bantuan berupa sepatu. Mengingat saat banjir Jumat (3/3) lalu itu, ikut menghanyutkan dan merusak peralatan sekolah, termasuk sepatu. Bahkan kini anak-anak korban banjir terpaksa memakai sepatu bekas sisa-sisa banjir. “Memang ada 9 TK, 8 SD, 2 MTS, dan 1 SMA, terendam banjir di Pangkalan. Tetapi jumlah anak 2.500 usia sekolah korban banjir itu, ada yang sekolah di luar Kecamatan Pangkalan atau sekolah yang tidak terdampak banjir, namun rumahnya terendam dan membuat sepatunya juga rusak bahkan hilang,” sebut Camat Pangkalan Jhonianto, Jumat (24/3) kepada wartawan.

Disampaikan Camat, saat ini proses belajar mengajar sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Meski mobiler sekolah seperti bangku, meja dan almari sekolah serta komputer, leptop dan perangkat elektronik lainnya ikut rusak. Kalau bangku dan meja memang ada yang rusak tetapi semua siswa sudah bisa belajar kembali. Dan untuk elektronik seperti komputer memang rusak. Sementara untuk bangunan sekolah memang perlu dibenahi seperti cat dan sebagainya,” jelas Camat.

a

Apalagi anak-anak sekolah akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan UN bagi siswa MTS dan SMA. Sehingga buku tulis dan peralatan sekolah seperti seragam dan sepatu memang sangat dibutuhkan menjelang ujian berlangsung. Meski bantuan berupa sepatu sebahagian sudah ada yang menyalurkan, namun masih kekurangan. “Kita memang butuh bantuan sepatu untuk keperluan sekolah anak-anak kita. Dan memang sebahagian sudah ada dan disalurkan, tetapi masih banyak yang belum kebagian karena kekurangan,” jelas Camat. Untuk saat ini disampaikannya, kondisi masyarakat korban banjir sudah masuk tahap pemulihan pasca bencana. Dan sebahagian besar masyarakat terdampak banjir sudah kembali beraktivitas kesawah dan ladang masing-masing.

b

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota di Kecamatan Pangkalan , Hasan Basri, menyebut hingga saat ini sudah tersedia sebanyak 60 persen sepatu bagi ribuan siswa-siswi korban banjir. “Memang ribuan siswa kita butuh sepatu sekolah, kemudian sebanyak 60 persen sudah ada donatur yang memberikan bantuan. Namun untuk anak-anak TK belum memiliki sepatu sekolah, karena memang tidak ada yang nomor kakinya cocok dengan sepatu yang ada,” jelas Hasan Basri.
Sementara Hasan Basri, mengatakan sudah memberikan nomor sepatu kepada Camat Pangkalan untuk donatur yang akan membantu. Dengan begitu diharapkan anak-anak korban banjir Pangkalan bisa segera memiliki sepatu untuk sekolah.

Apalagi pada 29-31 Maret mendatang anak-anak SD akan mengikuti Pra Ujian Sekolah, sebelum mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Kemudian anak-anak tingkat SMP dan SMA juga akan melaksanakan Ujian Nasional, sementara sebahagian mereka belum memiliki sepatu. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here