Rindu (Sastra Kita)

0
62
Ilustrasi. (FOTO: adamsains.us)

Karya : Resa Yufinda

Tatkala diri ini terdampar dalam suasana sepi

Sendiri dalam kejauhan..

Teramat sunyi..

Teramat sakit untuk menahan sebuah kerinduan.

Rindu yang tak bisa tertahankan

Rindu yang selalu membuat bulir-bulir hangat itu kembali menetes..

Rindu yang menyadarkanku betapa pahitnya jauh dari  seorang ibu.

 

Ibu..

Dengarlah  jeritan hatiku

Dengarlah rintihan anakmu

Sejenak terfikir olehku

Atas apa yang  telah aku lakukan padamu  ibu.

 

Tak jarang aku  membantahmu

Tapi engkau tak pernah marah kepadaku.

Bahkan aku pernah membuatmu menangis

Tapi kau hanya berkata..”air mata ibu berarti untukmu, anakku”

Tuhan..

Betapa mulianya  hati seorang  ibu

Betapa susahnya ia melawan derita

Tapi   kenapa aku tak pernah sadari itu?

 

Aku sombong..

Aku egois..

Aku salah..

Aku khilaf..

Ampuni aku Tuhan.

 

Sekarang aku terdampar jauh

Terdampar jauh dari kasih sayangmu

Terdampar jauh, yang selalu membuat aku rindu

Rindu pada peluk dan hangatnya belaianmu.

 

Ibu..

Namamu takkan pernah lupa kuselipkan dalam doa ku

Rindu ini  yang membuat aku tersadar,

Bahwa kaulah yang paling  berharga dalam  hidupku.

Rindu ini yang mengobarkan semangatku

Untuk membahagiakanmu.s

Tunggu aku Ibu..

Tunggu anakmu meraih kesuksesan itu.

Dan engkau akan selalu tersenyum dihari tuamu.

 

Resa Yufinda, Merupakan Mahasiswa Politeknik Pertanian Unand Payakumbuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here