Rumah Anggota DPRD Dilempari Bom Molotov

0
157

PEKANBARU, dekadepos.com –

Sejumlah anggota DPRD Propinsi Riau, saat ini dikabarkan sedang dilanda rasa takut akibat adanya teror bom molotov dilakukan orang tak dikenal (OTK).

Setidaknya, teror bom molotov itu telah dialami seorang anggota DPRD setempat bernama, Supriati kader Partai Golkar di Propinsi Riau.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam teror bom molotov tersebut, namun lemparan bom molotov di rumah pribadi Supriati yang berlokasi jalan Dwikora, Kota Pekanbaru itu sempat membuat masyarakat setempat gempar.

Seperti diwartakan riauterkini.com insiden pelemparan bom molotov oleh OTK tersebut terjadi Selasa pagi (3/10).

Kepada awak media Supriati mengakui bahwa, kasus pelemparan bom molotov itu diketahui oleh keponakannya yang terkejut ada pecahan botol kaca dan menghaguskan keramik lantai teras rumah.

Mendapat teror bom molotov tersebut, Supriati mengaku akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Riau dan berharap siapa pelaku yang telah menebar teror terhadap politisi partai Golkar tersebut diberhasil ditangkap.

Densus 88 Diminta Turuntangan

Sementara itu Komisi I DPRD Riau menganggap,  insiden pelemparan bom molotov di rumah pribadi salah seorang anggota DPRD Riau, Supriati sudah masuk kategori teror

“Kejadian ini harus disikapi oleh Polda Riau. Karena ini sudah masuk kategori teror. Kalau perlu, Densus 88 diturunkan,” kata Taufik Arrakhman kepada awak media, Selasa (3/10).

Taufik Arrakhman  menyatakan,  selama ini aksi teror bom molotov sering terjadi di Riau. Namun, pihaknya tidak pernah mendengar tindaklanjut serta proses hukum atas insiden tersebut. “Kali ini, pihak kepolisian diminta untuk menjadikan insiden ini sebagai kasus yang serius untuk diselesaikan,” pinta Taufik Arrakhman.

Taufik Arrakhman menyatakan, apabila insiden pelemparan bom molotov terhadap anggota DPRD Propinsi Riau ini tidak diselesaikan, dia khawatir bakal banyak anggota dewan yang tidak berani bicara dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Dewan digaji untuk bicara. Kalau teror bom molotov ini terjadi terus, anggota dewan akan takut dan merasa tidak nyaman, akhirnya tak berani bersuara. Ini tentunya juga akan merusak alam demokrasi,” tegas Taufik Arrakhman. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here