Saatnya Pemko Bangun Munumen Kota Sehat dan Tuntaskan Asset Pemkab Limapuluh Kota

0
381
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Payakumbuh, Maharnis Zul, minta Pemko bangun Monumen Kota Sehat

 

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Sejak dimulainya penilaian Kota Sehat di Indonesia dimulai tahun 2014 lalu, Kota Payakumbuh selalu mengikuti event tersebut. Dan, alhamdulliah setiap event penilaian, Kota Payakumbuh terus mendapatkan penghargaan mulai yang namanya Padapa, Wiwerda 1 dan II serta Wistara 1,2,3 dan 4 dan yang terakhir adalah Wistara ke 5 atau Wistara Abadi.

Perlu dicatat, ujar juru bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Payakumbuh, Maharnis Zul, untuk penghargaan kategori Wistara 5, Kota Payakumbuh adalah satu-satunya kota/kabupaten di Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Namun demikian, ulas Maharnis Zul, walau Kota Payakumbuh terus mendapat penghargaan Kota Sehat, sepertinya sudah saatnya Pemko Payakumbuh membangun Monumen Kota Sehat di Kota Payakumbuh.

“Sudah saatnya Pemko membangun Menumen Kota Sehat, disamping itu juga membangun gedung sekretariat untuk Forum Kota Sehat Payakumbuh,” ujar Maharnis Zul.

Disamping mendorong pemko membangun Monumen Kota Sehat dan membangun gedung atau kantor Forum Kota Sehat, Maharnis Zul, juga meminta pemko Payakumbuh memberikan reward kepada Forum Kota Sehat Kota Payakumbuh, selaku lembaga yang memiliki tugas dan wewenang melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang arti penting bidang kesehatan.

Dalam pandangan umum fraksi Partai Golkar tersebut, Maharnis Zul, juga menyinggung soal asset-asset pemkab Limapuluh Kota yang ada di daerah pemerintahan pemko Payakumbuh.

“Sudah 47 tahun Pemerintahan Kota Payakumbuh berdiri, namun masyarakat termasuk kalangan anggota DPRD Kota Payakumbuh masih bertanya-tanya, sudah sejauh mana upaya pemko menuntaskan penyelesaian asset Pemkab Limapuluh Kota yang ada di dalam pemerintahan Pemko Payakumbuh,” sebut Maharnis Zul.

Dinyatakan Maharnis Zul, sudah sejauh apa langkah-langkah yang dilakukan pemko Payakumbuh untuk menyelesaikan persoalan asset pemkab Limapuluh Kota tersebut. “Apakah hanya jawaban-jawaban klise saja yang tiada tentu ujung pangkalnya?,” ujarnya Maharnis Zul mempertanyakan. (est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here