SAYA INGIN PUNYA KEKASIH DAN MEMBAWANYA MATI (Ciloteh Tanpa Suara)

0
44

SAYA INGIN PUNYA KEKASIH DAN MEMBAWANYA MATI

Oleh : Saiful Guci

Diteras Novotel Bandung, saya asik membaca berita ibu kota. Di depan saya duduk seorang lelaki yang kelihatan sudah berumur 50 tahunan kamipun terlibat percakapan .
“ Bapak dari mana, dan kegiatan apa di Bandung sekarang ?” Tanya saya membuka percakapan.
“ Ohya , saya dari Jakarta dan lagi menunggu teman untuk membuka peluang usaha. Dan bapak dari mana ?” Ujar nya balik bertanya.
“Saya, dari Sumatera Barat lagi mendampingi anggota DPRD Limapuluh Kota kunjungan kerja ke Kota Bandung dan ke Kabupaten Bandung Barat “ Jawab saya.
“ Wah, pejabat juga yaa.. kalu begitu,boleh saya bertanya…kalau bapak punya jabatan tinggi dengan gaji perbulannya Rp. 50 Juta apakah bapak bisa bahagia ? “ Tanya bapak tersebut yang kemudian menyebutkan namanya Herman Dermawan.
“ Tentu saja bahagia, saya mungkin bisa berbuat hal di bidang sosial seperti; membuat panti jompo, menyekolahkan anak dhuafa, membuat klinik syariah dan mungkin dapat traveling keliling dunia bersama istri “ ujar saya gembira.
“Uang dan jabatan , bagi saya tidaklah membuat kebahagian, saya pernah punya jabatan tinggi dengan penghasilan Rp.50 Juta perbulan dari perusahaan yang saya pimpim. Tidak ada kota dan hotel yang tidak saya kunjungi baik di dalam dan luar negeri. Dan semua jenis perempuan di dunia ini pernah saya tiduri… tidak ada kebanggaan yang tertingggi dengan punya jabatan tinggi serta mempunyai penghasilan yang besar dan orang hormat kepada saya, waktu itu saya lupa bahwa Allah akan menguji sesuai dengan perbuatan saya, “ Ujar Herman Dermawan.
“ Ujian apa yang Allah berikan ?” Tanya saya penuh menyimak
“Waktu saya akan pergi ke Singapur, sampai di Bandara saya baru menyadari bahwa ada dokumen penting yang akan saya bawa tertingal di rumah, saya kembali kerumah… sampai di rumah, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri , istri saya berzina dengan Satpam… saya terduduk sambil memegang lutut kaki dan hanya dari mulut saya keluar kata kata … astagfirullah… astagfirullah… astagfirullah berulang-ulang, saya tidak marah kepada istri saya karena dia adalah ibu dari anak-anak, sejak itu saya tersadar bahwa uang dan jabatan tidak akan membuat bahagia, malahan telah menyesatkan keluarga saya dengan bergelimang dosa. Sejak hari itu saya putuskan berhenti dari bekerja dan bertobat kepada Allah seraya hidup sederhana dengan sisa kekayaan yang ada dengan istri ,lalu kami hidup bahagia dan dapat berpergian mengikuti pengajian A.A. Gym bersama sama sampai istri saya meninggal tahun 2010” Ujar Herman Dermawan.
“ suatu pelajaran yang berharga buat saya pribadi, bahwa jabatan dan uang tidak akan membuat seseorang akan hidup bahagia “ ujar saya menyela.
“ waktu muda, saya mendapat Istidraj”. Ujar Herman Dermawan.
“ apa itu Istidraj ?, baru kali ini saya mendengarnya” Tanya saya.
“ Apabila Allah memberikan kesenangan dengan jabatan tinggi, gaji besar dan harta kekayaan yang melimpah ruah,namun manusia itu semakin menjadi jauh dari-Nya, dan semakin asyik terus menerus melakukan kemaksiatan ,itulah ISTIDRAJ . Atau istilah lainya .. “Istidrajullah al-abda” (Allah menIstidrajkan hamba-Nya.) .Artinya .. Setiap kali hamba-Nya (insan) membuat/ menambah/ membaharui kesalahan dan dosa yang baru .. maka setiap kali itu juga Allah akan membuat/ menambah/ memperbarui nikmat-Nya pada hamba-Nya itu dan juga Allah membuat hamba-Nya itu lupa untuk memohon ampun atas dosa yang dilakukan terhadapnya .. dan Allah akan mengambilnya sedikit demi sedikit ..atau Allah mengambilnya dengan cara yang mengejutkan ..! “ Terang Herman Dermawan.
“ maaf pak Herman , apakah bapak mempunyai Istri baru, penganti almarhumah“ Tanya saya
“ sudah bertekat dalam hati saya tidak akan beristri lagi, sekarang saya buat Panti Jompo dan panti asuhan dan memelihara anak yatim seperti cita-citanya pak Saiful tadi , saya ingin punya kekasih dan ingin membawanya sampai mati, maka jadikanlah perbuatan baik sebagai kekasih..sehingga kalau kita mati, dia akan ikut bersama kita.” jawab Herman Dermawan.
“ sangat beruntung bapak, diberi hidayah dari Allah dan banyak, dan semoga saya juga tetap diberikan keteguhan iman “ jawab saya.
“ saya hanya mendapat pengajian yang saya ikuti dan peringatan dari Allah. Allah Swt berfirman “Kemudian apabila mereka melupakan apa yang telah diperingatkan mereka dengannya .Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan , hingga apabila mereka bergembira dan bersukaria dengan segala nikmat yang diberikan kepada mereka. Kami timpakan mereka secara mengejutkan (dengan bala bencana yang membinasakan),maka mereka pun berputus asa (dari mendapat pertolongan)” (Al An’am 44).
Kita harus intropeksi diri sendiri, apabila jabatan mudah diraih, rezki yang melimpah dengan itu kita suka melakukan perbuatan maksiat dan berbuat dosa, janganlah bertepuk dada , tanyalah diri , akan kualitas sebagai hamba Allah “ jawab Herman Dermawan
Asatagfirullah…
Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu…Ya Allah,Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal’alamin
21 April 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here