Sebelum Dimakan Binatang, Oknum Siswa di Payakumbuh Gorok Darah Dagingnya

0
313

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com
RR (17) Oknum siswa di salah satu SMK di Kota Payakumbuh, warga Jorong Kayu Tanam, Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, tega-teganya membunuh bayinya yang dilahirkan beberapa waktu lalu. Sadisnya, ketika bayi tak berdosa itu lahir, RR panik lalu membekap mulut dan hidung bayi malang itu dengan tangannya hingga tak bergerak. “ Mulut dan hidung bayi yang baru saya lahirkan itu saya bekap, karena takut tangisnya terdengar oleh orang tua saya dan tetangga,” ujar RR kepada penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh.
Tak sampai disitu saja perlakuan sadis RR kepada bayinya. Ketika bayi malang itu tak lagi bergerak, RR meletakan bayi malang itu dilantai kamar mandi, kemudian ia pergi ke dapur mengambil parang dan menggorok leher bayi itu hingga keluar darah dan lalu tewas. Diakui RR, setelah bayi yang baru ia lahirkan itu benar-benar tak bernyawa, wanita itu membungkus jasad bayi malang itu dengan jelana jin miliknya, untuk kemudian dimasukannya ke dalam kantong kresek, dengan maksud akan mengguburkan bayi malang itu di kebun belakang rumahnya.

1
“ Ketika saya berusaha menggali kubur dengan parang yang baru saya pakai untuk menggorok bayi itu, di jalan depan rumah masih ada orang-orang yang lewat. Saya takut perbuatan itu diketahui warga, hingga akhirnya bayi yang telah disimpan dalam kantong kresek itu, saya tinggalkan di dalam kebun teRRebut, kemudian saya kembali masuk ke dalam kamar tidur melalui jendela rumah,” beber RR kepada penyidik.
Namun sekitar 15 menit setelah RR berada di dalam kamar tidurnya dan merasa situasi telah aman, dia kembali ke kebun dengan maksud akan mengguburkan jasad bayinya itu. Tapi betapa terkejutnya ia, ternyata jasad bayi yang disimpan dalam kantong kresek, sudah tidak ada di lokasi, meski ia sudah berusaha mencari disekitar lokasi. “ Jasad bayi itu hilang. Saya sudah mencoba untuk mencari-cari tapi tidak saya ketemukan,” aku RR kepada penyidik.
Diakui RR, esok paginya, seperti tidak terjadi apa-apa RR pergi ke sekolah. Kemudian ia berusaha menelpon pacarnya berinitial A warga Nias, Sumut. Kepada sang pacar, RR mengakui bahwa tadi malam ia telah melahirkan seorang bayi, namun ketika ia hendak mengubur bayi itu di belakang rumah, jasad bayi itu hilang.
Ketika wanita muda itu mulai takut dan panik, pagi hari itu juga, warga Jorong Kayu Tanam, Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, digemparkan dengan ditemukannya jasab bayi terpotong-potong yang diduga telah dilarikan dan dimakan binatang sebelum jasad bayi itu ditemukan warga. Semula, masyarakat menduga jika jasad bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu korban mutilasi. Namun, setelah dilakukan penyelidikan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil mengungkap kasus jasad bayi terpotong-potong itu dengan menangkap sang ibu RR yang telah melahirkan bayi tak berdosa itu ketika beRRembunyi di kampung pacarnya A di Pulau Nias, Sumut.
Kronologis pembunuhan bayi tak berdosa itu, terungkap secara detil dan rinci dalam rekontruksi atau reka ulang yang dilakukan Polres Payakumbuh di Tempat Terjadinya Peristiwa (TKP) Jum’at (17/3). “ Dalam rekontruksi yang diperagakan tersangka RR, memang usai melahirkan bayinya, ia mengorok leher bayi malang itu dengan parang.”. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto didampingi Kasat Reskrim, Iptu. Wawan Dermawan dan KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here