Segumpal Tanah dari Bukittinggi Diangkut ke Mangelang Untuk Pembangunan Monumen Tanah Air Nusantara

0
200
Wakil Walikota Bukittinggi H.Irwandi mengangkat segumpal tanah kota Bukittinggi untuk disatukan dengan tanah dari 90 KabupatenKota lainnya di Indonesia pada Puncak Peringatan Hoarnas tahun 2017 di Magelang,Sabtu (9/9)

 Bukittinggi,dekadepos.com-

Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 34 tahun 2017 yang bertemakan “Olahraga Menyatukan Kita”  dipusatkan di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Jawa Tengah.  Salah satu agenda yang menarik adalah pembangu nan Monumen Tanah Air Nusantara yang diawali dengan prosesi pencampuran tanah dan air dari seluruh Indonesia yang digelar di alun -alun Kota Magelang.

Pencampuran Tanah dan Air yang berasal dari 90 Kabupaten/Kota di In donesia itu dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi bersama Walikota Mage lang Sigit Widyonandito dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Is nanta beserta 90 Bupati / Walikota di Indonesia.

Wakil Walikota Bukittinggi H.Irwandi yang mengikuti prosesi tersebut mengatakan, Tanah dan Air dari seluruh Indonesia yang sudah dicampur terse but kemudian dibawa untuk membangun Monumen Tanah Air Persatuan di Puncak Gunung Tidar, ujarnya.

“Kita turut bangga karena Tanah dan Air dari Bukittinggi juga ikut bersatu dengan Tanah dan Air dari 90 Kabupaten / Kota pada 34 Propinsi di Indone sia untuk membangun Monumen Tanah Air Nusantara di puncak Gunung Tidar sebagai simbol kebersamaan pada peringatan Hari Olahraga Nasional tingkat nasional di Kota Magelang, Jawa Tengah, 9 September 2017, “ tutur Wakil Walikota Irwandi.

Tanah dan air tersebut diambil dengan tata ritual dari masing-masing etape Gowes Touring Pesona Nusantara (GTPN). Tanah dan air lalu diarak mele wati rure GTPN pada setiap etape kabupaten/kota  yang dimulai sejak tanggal 13 Mei dan berakhir pada 9 September bersamaan denga puncak Hari Olahra ga Nasional di Magelang dengan menempuh jarak lebih dari 5.000 kilometer.

Irwandi menambahkan GTPN di Bukittinggi tepatnya berlangsung pada Minggu 9 Juli 2017 yang lalu. “Dipilihnya Bukittinggi sebagai salah satu etape GTPN oleh Kemenpora disamping karena posisinya yang strategis terletak pada segitiga perlintasan menuju ke utara dan selatan Sumatera juga karena Bukit tinggi juga berperan sebagai kota perjuangan pada masa  mempertahankan ke merdekaan Indonesia, ketika pada tanggal 19 Desember 1948 kota ini ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI),” jelas Irwandi

Banyak kegiatan pendukung dalam rangkaian puncak Haornas 2017 di samping Peluncuran Monumen Tanah Air, juga ada Pekan Gebyar Nusantara, Seri Nasional Liga Sepak Bola Berjenjang dan Gowes Nusantara. Pada peringat an puncak Haornas tersebut Menpora mengajak seluruh masyrakat baik di Ko ta Magelang dan seluruh Indonesia untuk gemar berolahraga. Olahraga sam bungnya, bukan hanya menjadi kewajiban seorang atlet, namun masyarakat juga wajib untuk berolahraga,” tutur Irwandi. (Edis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here