Sejumlah Fraksi di DPRD Payakumbuh Sorot Kinerja PDAM

0
271
sidang paripurna DPRD Payakumbuh pembahasan APBD-P 2017

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Sejumlah fraksi yang ada di DPRD Kota Payakumbuh menyorot kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Payakumbuh. Pasalnya, dimata anggota dewan setempat, kinerja BUMD milik pemko setempat menurun.

Setidaknya, hal itu disampaikan sejumlah juru bicara fraksi yang ada di DPRD Payakumbuh, dalam pandangan umum terhadap nota keuangan Walikota Payakumbuh terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Payakumbuh tahun anggaran 2017 yang digelar dalam rapat paripurna DPRD, Minggu (17/9).

juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan,Edwar DF, saat membacakan pandangan umum fraksi

Menurut juru bicara Fraksi Partai Golkar, Maharnis Zul, selain menyorot kinerja pimpinan PDAM Kota Payakumbuh, partai berlambang pohon beringin itu juga mempertanyakan turunnya laba Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Payakumbuh.

“ Laba penyertaan modal pada PDAM Kota Payakumbuh semula ditargetkan sebesar Rp 1,5 Milliar, ternyata terjadi penurunan sebesar Rp231,5 juta. Apa penyebab terjadinya pengurangan lama tersebut,” ujar Maharnis Zul.

Dikatakan Maharnis Zul, belakangan kinerja PDAM Payakumbuh benar-benar menjadi sorotan masyarakat. Meski jaringan bertambah, tapi sebaliknya kualitas pelayanan berkurang.

“Aliran air ke rumah-rumah penduduk yang menjadi pelanggan PDAM dikeluhkan para pelanggan. Pasalnya air mengalir terlalu kecil, bahkan pada waktu-waktu tertentu nyaris tidak ada,” ujar Maharnis Zul.

Pernyataan Fraksi Partai Golkar, sampai hari ini belum ada solusi dari PDAM untuk mengatasi keluhan para pelanggan itu. Padahal, Fraksi Partai Golkar sudah bertubi-tubi menyampaikan aspirasi masyarakat. “Mungkin sudah ada konsep yang mantap dibenak pimpinan PDAM, tolong sampaikan kepada DPRD, supaya jelas pula anggota DPRD mentranfersnya kepada masyarakat, sehingga nada-nada sumbang yang mengatakan kinerja PDAM rendah, kopetensi pimpinannya kurang memadai, akan terjawab dengan tuntas dan jelas,” ujar Maharnis Zul.

Sorotan yang sama juga dilontarkan juru bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Marhidayandi. Fraksi berlambang matahari terbit itu meminta penjelasan kepada pihak PDAM Payakumbuh, kenapa laba penyertaan modal PDAM Kota Payakumbuh turun.

Sementara itu juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Ridwan, mengatakan, dengan terjadinya peningkatan jumlah sambungan instalasi ke rumah penduduk, seharusnya terjadi peningkatan keuntungan bagi PDAM. Untuk itu, fraksi Partai Demokrat meminta adanya evaluasi dan pembenahan manajemen pada PDAM Kota Payakumbuh.

Sorotan yang sama juga disampaikan juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Edwar DF. “ Jika ditinjau dari persentase penyertaan modal dan keuntungan yang diperoleh antara  Bank Nagari dengan PDAM yang hanya persentase keuntungannya lebih kurang 12 persen, seharusnya pemko tidak mengentikan penambahan penyertaan modal di Bank Nagari,” pungkas Edwar DF. (esha tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here