Sempat Kejar kejaran, Sejumlah ABG berhasil Dijaring Tim 7

0
87

Payakumbuh, Dekadepos.com

Tim Gabungan Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh yang teegabung dalam Tim 7 kembali melakukan razia berbagai Penyakit Masyarakat (Pekat) didaerah yang merupakan jalur Perlintasan Sumbar-Riau itu. Dalam razia yang dipimpin Kasat Pol-PP, Devitra, Sejumlah Remaja tunggang langgang berlarian menyelamatkan diri saat mengetahui petugas penegak Perda Kota Payakumbuh yang terdiri dari Pol PP, TNI dan Polri, tiba di salah satu tempat karaoke di Sicincin sekitar Pukul 03.00 Wib dinihari Minggu (10/9).

Kejar-kejaran dengan petugas Tim 7 tak terelakkan. Namun, kesigapan personil Tim 7, sehingga empat orang remaja putra dan dua orang remaja putri berhasil diamankan. Mereka kedapatan masih berkeluyuran hingga dinihari, sehingga dibawa kemarkas Pol PP di Kantor Balaikota Payakumbuh di Eks. Lapangan Sepak Bola Kapten Tantawi Kelurahan Bunian.

“Memang kita amankan 4 pria dan 2 Putri (ABG), mereka kedapatan masih berkeluyuran hingga dinihari. Memang sebahagian mereka sempat melarikan diri, sehingga terjadi kejar-kejaran dengan petugas, tapi akhirnya berhasil diamankan, untuk kemudian dibawa kemarkas Pol PP,” sebut Kasat Pol PP Kota Payakumbuh, Davitra didampingi, Kabid Penegak Perda Erizon, dan Kabid Tibum dan Tranmas, Atrimon serta kasi operasional Ricky Zailendra, Senin (11/9).

Disampaikan Devitra, saat sampai dikantor Pol PP remaja ini dimintai keterangan kenapa masih berkeluyuran hingga dinihari. Setelah mengumpulkan semua keterangan, maka masing-masing remaja harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya dan harus dijemput orangtua. “Masing-masing orangtuanya kita panggil. Kita sampaikan kepada orangtua untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anaknya. Sehingga kedepan tidak didapati lagi mereka berkeluyuran hingga dinihari,” harap Kasat.

Sebelumnya, razia yang sudah dimulai sejak Pukul 01.00 Wib, mendatangi berbagai tempat yang dianggap rawan tempat terjadinya pelanggaran perda. Bahkan disalah satu cafe Tim mendapati pengunjung tidak memiliki identitas. Kemudian jam buka yang sudah lewat serta diduga melanggar perda 04 tahun 2007 tentang izin usaha dan retribusi kepariwisataan. “Terkait Cafe ini kita minta pemiliknya S, untuk membuat surat pernyataan dan berjanji untuk tidak melakukan pelanggaran lagi. Kita menduga terjadi pelanggaran perda disamping waktunya sudah melewati juga terkait izin usaha,” sebut Devitra.

Kemudian razia terus dilanjutkan menuju salah satu hotel di dekat Simpang Benteng, disana Tim menemukan 6 orang penghuni namun semuanya lengkap dengan identitas dan tidak ditemukan pelanggaran. Kemudian Tim lanjut ke Jalan Sukarno Hatta, disepanjang Jalan ditemukan beberapa titik kumpul remaja dengan kenderaan roda dua yang diduga akan melakukan balapan liar. “Melihat kita datang, mereka yang berencana akan melakukan balap liar lansung tancap gas. Mereka sangat banyak, diperkirakan mencapai ratusan orang,” sebutnya. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here