Sering Mati, Warga Keluhkan Layanan PDAM Payakumbuh

0
114

Payakumbuh, Dekadepos.com

Warga Kota Payakumbuh di beberapa tempat mengeluh terkait Pelayanan PDAM yang sering macet, bahkan air PDAM yang didistribusikan ke rumah warga mati selama dua hari terakhir, sehingga membuat Kebutuhan air untuk memasak dan lainnya di bulan puasa yang cukup tinggi membuat warga kebingungan. Bambang (34), warga Payolansek kepada Wartawan mengaku air di rumahnya hidup hanya diatas pukul 22.00 WIB. Kemudian mati lagi pukul 10.00 WIB. Ini membuatnya susah mandi, mencuci, memasak air dan keperluan lainnya.

“Pagi ini sudah hari yang kedua rumah saya air PDAM-nya bermasalah. Sebelumnya tidak pernah mati. Air hidup hanya pukul 22.00 WIB dan mati lagi pukul 10.00 WIB. Jadi kesannya 12 jam hidup, 12 jam mati,” kata Bambang.

Untuk mendapat air, Bambang mengaku harus menampung air malam hari untuk kebutuhan siang hingga sore hari. “Malam kami menampung air. Bak mandi dan ember-ember diisi penuh. Terganggu tidak kami di rumah jadinya gara-gara menampung air,” katanya.

Senada juga disampaikan Rino (38), warga Lampasi yang menuturkan warga yang menggantungkan airnya dari PDAM harus menggayung air di sumur tetangga-tetangganya karena air tidak mengalir. Parahnya, di Lampasi air tidak hidup seharian kemarin. “Kemarin (Lusa-red) air hanya hidup pagi hari. Siang sampai malam tidak ada sama sekali. Nah, hari ini (kemarin-red) dari pagi sampai sore ini tidak juga ada air yang menetes. Jadinya kami yang menggantungkan air dari PDAM harus menggayung dan mengangkat air dari sumur tetangga,” katanya.

Sementara itu Direktur PDAM Payakumbuh, Heri Iswahyudi mengaku heran dengan tidak lancarnya air ke rumah-rumah warga. Pasalnya tidak ada kerusakan maupun kebocoran pipa di Payakumbuh.  “Saya belum tahu informasi ini, adanya air mati ke sebagian besar rumah warga Payakumbuh. Soalnya tidak ada laporan kebocoran pipa dan kerusakan alat yang saya terima sampai sekarang. Ini pasti ada yang salah dan akan saya check secepatnya,” kata Heri kepada Haluan, saat dikonfirmasi Minggu, (4/6) sore.

Jika tidak ada kerusakan atau laporan kebocoran pipa, diperkirakan Heri terjadi penggunaan air secara besar di waktu-waktu tertentu. Akibatnya tidak seimbang antara permintaan dan penyediaan air yang berujung di jam-jam tertentu tidak ada air mengalir karena kehabisan persediaan.

“Biasanya kalau tidak ada kerusakan alat dan kebocoran pipa, yang membuat air tidak mengalir ke rumah warga karena pada jam-jam tertentu terjadi lonjakan pemakaian air. Ini bisa membuat persediaan air di kolam kami kehabisan,” kata Heri. Ia juga mengatakan dengan penyaluran 258 liter/detik ke 27 ribu lebih pelanggan memang dirasa belum maksimal memompa secara seimbang dan merata ke rumah-rumah pelanggan. Diharapkan pengertian masyarakat untuk bersabar sampai ada penanganan lebih lanjut. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here