Si Kembar Tak Kunjung Ditemukan, Orang Tua Ngadu Ke Kapolri

0
65

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

Sebut saja namanya Mawar (13) dan Melati (13) warga Jorong Parumpuang, Kenagarian Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota diduga dilarikan dua orang pria beristri asal Mungka berinisial IP (35) dan RK (34). Hingga kini, kedua gadis kembar berwajah cukup cantik pelajar sebuah SD dan SLTP di Kabupaten Limapuluh Kota anak pasangan Rawilis dan Helmidawati itu, belum diketahui dimana keberadaannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa terkait hilangnya kedua anak remaja dibawah umur itu oleh kedua orang tua korban Rawilis dan Helmidawati, secara resmi Rabu tanggal 12 Oktober 2016 lalu sudah dilaporkannya ke Polsek Payakumbuh dengan Laporan Polisi Nomor:LP/K/52?X/2016/Sek-Pyk. Atas laporan pengaduan tindak pidana melarikan perempuan tersebut, pihak Polsek setempat melalui surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP A.1) Nomor: B/67/X/2016 Reskrim tanggal 28 Oktober 2016 dan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP A.2) Nomor: SP2HP/71/XI/2016/Reskrim tanggal 20 November 2016, yang dilayangkan kepada kedua orang tua korban menyatakan bahwa pihak Polsek sudah melakukan penyidikan.
1

Seperti diungkapkan Kapolsek Payakumbuh, Ajun Komisaris Polisi, Hikmah, S.Kom M Kom, dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan dijelaskan bahwa, hari Rabu tanggal 12 Oktober 2016 berkoordinasi dengan Polsek Pangkalan, penyidik Polsek Payakumbuh sudah mengejar kedua tersangka pelaku IP dan RK sampai ke Gunung Malintang, Kecamatan Pangkalan. Namun terlapor berserta kedua korban belum ditemukan.

Kemudian pada hari Jum’at tanggal 14 Oktober 2016, penyidik Polsek Payakumbuh kembali melakukan pengejaran ke Sungai Pimpiang, Kenagaraian Gunung Malintang, Kecamatan Pangkalan, karena diperoleh informasi terlapor dan korban menginap di rumah warga setempat bernama Yasri. Namun ketika penyidik sampai di lokasi, terlapor IP dan RK telah melarikan diri bersama kedua korban Mawar dan Melati dan meninggalkan 2 unit sepeda motor yang digunakan terlapor untuk membawa kedua korban dan sementara sepeda motor tersebut sudah diamankan Polsek Payakumbuh.

3

Namun, tidak puas dengan kinerja Polres Payakumbuh dalam hal ini Polsek Payakumbuh, kedua orang tua korban Rawilis dan Helmidawati melayangkan surat pengaduan. Tak tanggung-tanggung, surat pengaduan itu ditembusan kepada 36 buah lembaga yang ada di tanah air, diantaranya kepada Kapolri, Ketua DPR-RI dan Komisi X DPR- RI, Menteri Sosial, Menkopolhukam, Mendikbud, Kabareskrim Mabes Polri, KPAI di Jakarta, LPSK dan kak Seto di Jakarta, Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar, Dirprovos Polda Sumbar, KPAI Sumbar dan Payakumbuh, Kapolres Payakumbuh, Bupati Limapuluh Kota, LBH di Payakumbuh, Camat Payakumbuh, Walinagari Kotobaru Simalanggang, dan 13 televisi di Jakarta dan 3 media cetak di Sumbar.

Surat pengaduan tertanggal 27 Desember 2016 yang ditulis dan ditandatangani oleh Rawilis dan Helmidawati serta Harmani sebagai paman atau mamak dan N. Dt. Naro sebagai Ninik Mamak atau penghulunya itu, diungkapkan soal kronoligis terjadinya peristiwa hilangnya kedua anak gadis kembarnya itu.“Namun, sampai saat ini saya masih merasa kurang puas atau bisa dikatakan kecewa dengan pelayanan dari pihak kepolisian Polsek Payakumbuh, dikarenakan sudah hampir 2 bulan sejak anak gadis kembar saya dilaporkan hilang belum ada perkembangan kasus anak-anak saya atau titik terangnya. Malah semua infoemasi yang saya dapatkan, sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian, hanya ditanggapi sepele atau seperti didiamkan saja, tidak terlihat keseriusan dari Polsek Payakumbuh untuk melalukan pencarian terhadao anak- anak saya yang telah hilang tersebut,” tulis Rawilis dan Helmidawati.

Rawilis dan Helmidawati juga mengakui bahwa pihak Polsek Payakumbuh memang telah memberikan surat pemberitahuan tentang hasil penyidikan kasus anaknya, namun menurut penilaian Rawilis dan Helmidawati surat tersebut seakan-akan hanya mengapresiasi kerja pihak Polsek Payakumbuh, padahal surat tersebut sebenarnya hanya untuk menutupi buruknya kinerja Polsek Payakumbuh.

“ Dua laki- laki yang melarikan anak kembar saya itu nama dan serta tempat tinggalnya serta foto sudah diketahui pihak berwajib, untuk itu mohon kiranya mengirim bantuan untuk meneruskan pencarian kedua anak kembar saya yang hilang itu, “ tulis Rawilis dan Helmidawati.

Sementara itu Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto melalui Kapolsek Payakumbuh, Ajun Komisaris Polisi, Hikmah, S.Kom M Kom, ketika diminta komentarnya terkait adanya keluhan Rawilis dan Helmidawati terhadap penanganan kasus kedua anak gadis kembarnya yang hilang dan sampai kini belum ditemukan mengaku bahwa penyidik Polsek Payakumbuh sudah bekerja sesuai aturan.

“ Kita sudah melakukan koordinasi dengan anggota polisi di daerah Riau dan sampai kini kita masih tetap melalukan pencarian kedua terlapor dan kedua korban,”. Sebutnya Rabu (28/12). (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here