Sidang Oknum DPRD Tedy Sutendi dan Primtito di PN Tanjung Pati Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

0
381
erdakwa Tedy Sutendi saat menjalani sidang perdana di Pengadiloan Negeri Tanjung Pati Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Oknum DPRD Limapuluh Kota Tedy Sutendi dan adik kandungnya Primsito panggilan Tito, sebagai terdakwa kasus penganiayaan secara bersama-sama yang menyebabkan hilangnya jawa seseorang, Rabu (6/12) pagi menjalani mulai sidang perdana di ruang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Tanjuang Pati, Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sidang terkait kasus penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang petani bernama Erwin Syaputra, warga Nagari Pilubang di Aia Putiah, Nagari Taram, beberapa waktu lalu, dipimpin Hakim Ketua, Hendri Irawan, SH, didampingi Hakim Anggota M.Iqbal Hutabarat, SH,MH dan Junter Sijabat, SH,M.

Sedangkan Panitera Penganti Muhammad Ihsan, SH untuk terdakwa Tedy Sutendi dan Infratrizal untuk terdakawa Primtito.

Primtito terdakwa kasus terbunuhnya korban Erwin menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjung Pati

Sedangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Salmadera, Oktriadi Kurniawan dan M.Afdal. Sedangkan terdakwa sendiri didampingi kuasa hukumnya Mefrizal dan rekan.

Ada yang berbeda dengan sidang terdakwa Tedy Sutendi dan Primsito panggilan Tito, dimana mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Resor Limapuluh Kota. Karena memang banyak masyarakat dan kelurga terdakwa yang hadir ingin menyaksikan jalannya sidang perdana terkait pembacaan dakwaan oleh JPU.

Masyarakat yang hendak menyaksikan jalannya sidang mendapatkan pemeriksaan dari pihak kepolisian untuk menjamin jalannya sidang dengan damai dan aman. Bahkan polisi bersenjata lengkap juga diturunkan oleh Polres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis.

“Kita menurunkan sebanyak 30 personil dan sebahagian memang bersenjata lengkap. Ini sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi. Alhamdulillah sidang berjalan aman dan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun. Dan kita akan terus mengawal jalannya sidang terdakwa,” sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis.

Perkara dengan nomor registrasi 119/Pid. B/2017/PN Tjp, untuk terdakwah Tedy Sutendi dan 120/Pid.B/2017/PN Tjp untuk Primsito panggilan Tito, memang dibuka dan terbuka untuk umum. Tampak hadir istri terdakwa Tedy Sutendi dan kelurganya serta istri Primsito panggilan Tito serta puluhan masyarakat dari Nagari Taram.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 9.30 Wib untuk membacakan dakwaan berlansung sekitar satu jam lebih kurang. Terdakwa Tedy Sutendi dan adiknya Primsito panggilan Tito lansung dibawa dengan menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Tidak beberapa lama, masyarakat dan pihak keluarga terdakwa juga membubarkan diri.

                        Didakwa Pasal Berlapis 

Dari dakwaan yang dibacakan JPU, baik terdakwa Tedy Sutendi dan terdakwa Primtito disangkakan dengan pasal berlapis dengan ancaman rata-rata di atas 10 tahun penjara. Salah seorang JPU Salmadera menyebut bahwa sidang perdana terdakwah hanya membacakan dakwaan.

“Kita sidang perdana untuk terdakwah hanya membacakan dakwaan. Memang dalam dakwaan disangkakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman beragam sesuai pasal disangkakan, tapi rata-rata di atas 10 tahun,” sebut Salmadera kepada awak media yang meliput jalannya sidang perdana terdakwa oknum anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Tedy Sutendi itu.

Sementara itu pengacara kedua terdakwa, Mefrizal,SH dan rekan menyebut bahwa pasal berlapis yang dikenakan terhadap kedua terdakwa, bukti JPU bingung terkait pasal yang tepat untuk terdakwa. Namun begitu, dirinya akan mengikuti persidangan selanjutnya pekan depan.

“Secara formil tidak ada yang perlu kita bantah terhadap dawaan itu. Dan kita tidak juga akan mengajukan eksepsi atau penolakan terhadap dakwaan yang dibacakan JPU,” sebut Mefrizal kepada kawan-kawan media usai persidangan. (est)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here